SUARAMUDA.NET, PATI — Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Pati. Investor asal China tengah menjajaki pembangunan pabrik tas dan koper berskala besar yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja lokal.
Jika terealisasi, investasi ini berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di wilayah Pantura Jawa Tengah sekaligus membuka peluang kerja bagi ribuan warga.
Rencana tersebut mulai dibahas dalam pertemuan antara perwakilan investor dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di Ruang Pringgitan Dalam, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (14/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Kehadiran berbagai OPD menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi investasi.
Pemkab Pati Janjikan Perizinan Cepat dan Ramah Investor
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan kepastian hukum sekaligus mempermudah proses perizinan agar investasi dapat segera berjalan.
Menurutnya, Pemkab Pati terus membangun iklim investasi yang sehat melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi.
“Kami ingin setiap investor yang datang ke Pati merasa aman, nyaman, dan mendapatkan kepastian pelayanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, investasi yang masuk harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di Kabupaten Pati.
Investor China: Pati Punya Potensi Besar
Perwakilan investor, Ferry, mengatakan pihaknya melihat Pati sebagai daerah yang memiliki prospek investasi yang sangat menjanjikan.
Kondisi daerah yang kondusif serta respons cepat pemerintah menjadi alasan utama perusahaan memilih Pati sebagai lokasi pengembangan industri.
Selain itu, kepastian lokasi dan dukungan pemerintah dalam proses perizinan dinilai menjadi faktor penting yang mempercepat penjajakan proyek.
“Kami melihat potensi investasi di Pati sangat menjanjikan, terlebih dengan adanya arahan lokasi yang jelas serta komitmen bantuan dalam proses pengurusan perizinan,” kata Ferry.
Ia menjelaskan, proyek yang tengah dipersiapkan berfokus pada pembangunan pabrik tas dan koper dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai sekitar 3.500 orang.
Saat ini, proses investasi masih berada pada tahap pembahasan teknis bersama pemerintah daerah. Namun, pihak investor optimistis proyek tersebut dapat segera memasuki tahap realisasi setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Apabila berjalan sesuai rencana, kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi momentum baru bagi pertumbuhan industri manufaktur di Kabupaten Pati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya ribuan kesempatan kerja. (Red)













Komentar