UPN “Veteran” Jatim Bantu Petambak Karang Langit Panen Harapan, Pakan Mandiri dan Bibit Lele Disalurkan

"Tak sekadar memberi bantuan, tim pengabdian UPN "Veteran" Jawa Timur mengawal petambak hingga mampu memproduksi pakan sendiri dan membangun budidaya lele yang lebih hemat, produktif, serta berkelanjutan."

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Komitmen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur dalam memberdayakan masyarakat tak berhenti di ruang pelatihan. Kini, hasil nyata mulai dirasakan para petambak di Desa Karang Langit, Kabupaten Lamongan.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur menyalurkan pakan lele hasil produksi mandiri sekaligus bibit ikan lele kepada kelompok petambak sebagai langkah lanjutan dari program pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna.

Program bertajuk “Penerapan Teknologi Fermentasi dan Peletisasi Kotoran Ternak sebagai Pakan Lele dalam Skema Pemberdayaan Terintegrasi Peternak dan Petambak” ini dipimpin oleh Ir. Ketut Sumada, M.S. bersama tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyaluran bantuan tersebut turut melibatkan Pemerintah Desa Karang Langit, perangkat desa, kelompok peternak, kelompok petambak, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Yang menarik, pakan yang dibagikan bukan berasal dari pabrik, melainkan hasil produksi masyarakat sendiri melalui teknologi fermentasi dan peletisasi yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh tim pengabdian.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Kelompok 38 UPN Veteran Jawa Timur Bikin Bazar UMKM dan Senam Sehat Bareng Warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Proker Berakhir

Teknologi tersebut memanfaatkan bahan baku lokal, termasuk limbah peternakan yang diolah menjadi pakan bernutrisi. Selain lebih ramah lingkungan, inovasi ini juga mampu memangkas biaya produksi yang selama ini banyak tersedot untuk membeli pakan komersial.

Tak hanya berhenti pada pembagian pakan, tim juga menyerahkan bibit ikan lele yang langsung dibudidayakan menggunakan pakan hasil produksi tersebut.

Selama proses budidaya, petambak mendapatkan pendampingan mulai dari teknik penebaran bibit, manajemen pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga pemantauan pertumbuhan ikan.

Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi benar-benar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ketut Sumada, M.S., menegaskan bahwa keberhasilan program bukan hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan.

“Yang paling penting adalah masyarakat mampu menguasai teknologi dan mengembangkannya secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Universitas BPD Semarang Kunjungi Universitas Teknologi Malaysia dan Gelar Pengabdian Masyarakat di Selangor

Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, tim pengabdian juga mendorong terbentuknya usaha pakan mandiri yang menghubungkan peternak sebagai penyedia bahan baku dengan petambak sebagai pengguna pakan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di Desa Karang Langit.

Limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi, biaya budidaya lele menjadi lebih efisien, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terdongkrak.

Program ini melibatkan tim pengabdian yang terdiri atas Ir. Ketut Sumada, M.S., Ir. Caecilia Pujiastuti, M.T., Raka Selaksa K., S.T., M.T., Dr. Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah, S.T., M.T., Nur Afiqoh Sari, S.A., M.A., Muhammad Septama Prasetya, S.Kom., M.Kom., Achmad Rizal, Ahmad Syaif Alhadad, dan Salsabilla Azka.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok peternak, dan petambak ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang mampu memperkuat sektor peternakan dan perikanan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 34 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB