SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) MTs Muhammadiyah 20 Menongo (MATSAMDAH) tahun ini.
Bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, FORTASI 2026 justru menghadirkan para alumni sebagai sumber inspirasi bagi siswa baru.
Mengusung tema “Dari Alumni, Untuk Almamater”, kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 13–16 Juli 2026, ini menjadi bukti bahwa ikatan keluarga besar MATSAMDAH tetap terjaga meski para alumninya telah menempuh berbagai jenjang pendidikan maupun dunia kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak hari pertama, peserta didik baru kelas VII diajak mengenal budaya madrasah, nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, hingga organisasi pelajar dalam suasana yang hangat, edukatif, religius, dan jauh dari praktik perpeloncoan.
Yang paling menarik, para alumni hadir bukan sekadar memberi materi, tetapi juga mendampingi adik-adik kelas mereka selama proses orientasi.
Mereka berbagi kisah perjuangan, pengalaman kuliah, hingga perjalanan karier yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari bangku madrasah.
Beberapa alumni yang menjadi narasumber di antaranya Ustadz Saifuddin Abdillah, L.C. yang menempuh pendidikan di Mesir, Mustain, S.Pd. selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukodadi, Mazroatul Khoiroh Ummah dari Universitas Muhammadiyah Malang, Resti Nur Afifah dari STIKIP Lamongan, serta Hana Rafiqa Rahmawati, S.TP. yang kini mengabdi sebagai guru di MTs Muhammadiyah 20 Menongo.
Selama empat hari, peserta mengikuti beragam kegiatan yang dikemas interaktif. Mulai dari materi keislaman dan kemuhammadiyahan, kepemimpinan, organisasi, pembelajaran di era digital, permainan edukatif, outbound, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil karya.
Tak hanya itu, pembiasaan religius seperti tadarus Al-Qur’an dan ibadah bersama juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka bergabung di MATSAMDAH.
Pendampingan langsung dari para alumni membuat suasana orientasi terasa lebih akrab. Siswa baru pun lebih percaya diri karena didampingi kakak-kakak yang pernah berada di posisi yang sama.
Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kesediaan untuk kembali berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada generasi penerus.
FORTASI MATSAMDAH 2026 juga menjadi bukti kuat sinergi seluruh keluarga besar madrasah. Kepala madrasah, dewan guru, pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), panitia, hingga para alumni bergotong royong menyukseskan kegiatan sebagai bentuk pengabdian kepada almamater.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, MTs Muhammadiyah 20 Menongo ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, kreatif, berani tampil, peduli terhadap sesama, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan slogan Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Aktif, FORTASI MATSAMDAH 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk tumbuh sebagai generasi yang berprestasi, berkarakter, dan terus berkarya demi agama, bangsa, serta almamater tercinta. (Red)
Penulis : Tim Redaksi Menongo, Sukodadi, Lamongan













Komentar