SUARAMUDA.NET, JAKARTA SELATAN — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial tidak lagi hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi. Berbagai platform digital kini membuka peluang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, membangun personal branding, hingga menciptakan peluang usaha.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Putra Satria Jakarta Selatan dengan mengusung tema “Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Wirausaha: Edukasi Digital Influencer dalam Mengembangkan Potensi Diri.”
Kegiatan yang berlangsung pada 19 Mei 2026 tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memanfaatkan media sosial secara produktif sebagai media wirausaha sekaligus sarana mengembangkan kemampuan dan potensi diri.
Pemilihan SMK Putra Satria sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada peran sekolah vokasi yang tidak hanya mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang usaha di era digital.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah, dosen pembimbing, serta perwakilan mahasiswa Universitas Pamulang.
Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi yang membahas pemanfaatan media sosial sebagai media wirausaha, pentingnya personal branding, serta peluang menjadi digital influencer yang mampu memberikan dampak positif sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, dan WhatsApp Business dapat dimanfaatkan untuk membangun identitas diri, mempromosikan produk atau jasa, memperluas jaringan bisnis, hingga meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.
Melalui strategi pemasaran yang tepat dan konten yang kreatif, media sosial mampu menjadi salah satu modal utama dalam membangun usaha dengan biaya yang relatif terjangkau.
Selain membahas peluang bisnis digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab.
Seorang digital influencer tidak hanya dituntut mampu membuat konten yang menarik, tetapi juga harus memiliki etika, konsistensi, serta mampu menyampaikan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa juga mengajak peserta memahami pentingnya personal branding sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi diri.
Dengan membangun citra diri yang positif, siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperluas relasi, serta membuka berbagai peluang di bidang pendidikan, pekerjaan, maupun kewirausahaan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga tanya jawab.
Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara memulai bisnis melalui media sosial, membangun konten yang menarik, serta langkah-langkah menjadi content creator yang mampu memberikan pengaruh positif.
Pihak SMK Putra Satria menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik karena mampu memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital secara produktif serta menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak usia sekolah.
Ketua pelaksana PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir siswa terhadap penggunaan media sosial.
“Kami berharap siswa tidak hanya menjadi konsumen konten digital, tetapi juga mampu menjadi kreator yang kreatif, inovatif, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan potensi diri maupun peluang usaha,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
Edukasi mengenai media sosial, personal branding, dan digital influencer diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, serta memiliki jiwa entrepreneurship yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha di masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan Generasi Z.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya aktif menggunakan media sosial, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi sarana berkarya, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. (Red)













Komentar