Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

"Siang terik hingga 34 derajat, malam turun drastis menjadi 23 derajat. Fenomena bediding kembali menyelimuti wilayah Sugio dan diperkirakan mencapai puncaknya sepanjang Agustus 2026"

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Kalau kamu berada di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, jangan heran jika dini hari terasa seperti berada di daerah pegunungan. Saat sebagian orang masih terlelap, udara dingin mulai “menusuk” kulit. Inilah fenomena bediding, tamu tahunan yang selalu datang setiap puncak musim kemarau.

Memasuki Agustus 2026, bediding diperkirakan kembali mencapai puncaknya. Suhu udara pada dini hari bisa turun hingga kisaran 23–25 derajat Celsius, jauh berbeda dengan suhu siang hari yang mampu menembus 32–34 derajat Celsius.

Perbedaan suhu yang ekstrem itu membuat udara terasa lebih dingin, apalagi di wilayah Babatan yang berada di kawasan dataran lebih tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah Lamongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya hawa dingin yang terasa, embun tebal dan kabut tipis juga mulai rutin menyelimuti kawasan tersebut setiap pagi. Kondisi paling dingin biasanya terjadi antara pukul 02.00 hingga 05.30 WIB, saat panas bumi terlepas ke atmosfer karena langit cerah tanpa banyak awan.

Menurut penjelasan BMKG, ada tiga faktor utama yang menyebabkan fenomena bediding. Pertama, proses radiasi balik bumi saat malam hari. Kedua, masuknya angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin dari selatan. Ketiga, karakter topografi serta jenis tanah di wilayah Sugio yang lebih cepat melepas panas.

Baca Juga :  Ahmad Hafidhin Terpilih Aklamasi Menjadi Ketua PAC GP Ansor Kaliwungu Selatan

Meski tergolong fenomena alam yang terjadi hampir setiap musim kemarau, bediding tetap membawa sejumlah dampak yang perlu diwaspadai.

Bagi masyarakat, terutama bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit kronis, suhu dingin dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, batuk, pilek, hingga kambuhnya penyakit asma.

Sementara itu, para petani lahan tadah hujan juga menghadapi tantangan lain. Selain kekurangan pasokan air akibat kemarau, embun dingin berpotensi memengaruhi kondisi tanaman sehingga meningkatkan risiko gagal panen apabila tidak diantisipasi.

Karena itu, warga diimbau mulai menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Menggunakan pakaian yang lebih hangat, memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan minuman hangat seperti wedang jahe atau kencur, serta menghindari paparan udara dingin secara langsung saat dini hari menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Bagi petani, penyediaan cadangan air dan pemantauan kelembapan tanah secara berkala menjadi upaya penting untuk mengurangi dampak kekeringan. Aktivitas di lahan pertanian pada waktu udara paling dingin, sekitar pukul 04.00–06.00 WIB, juga sebaiknya dibatasi.

Baca Juga :  Bagaimana Jika Perusahaan Gak Ngasih THR kepada Karyawan?

Di lingkungan rumah, warga disarankan menutup ventilasi pada malam hari agar udara dingin tidak mudah masuk, menggunakan selimut yang cukup tebal, serta menjemur kasur dan alas tidur pada siang hari untuk mengurangi kelembapan.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menegaskan bahwa bediding bukanlah bencana alam, melainkan fenomena tahunan yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau.

Meski begitu, perubahan suhu yang cukup tajam tetap perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat dan ketersediaan air, khususnya di wilayah yang belum memiliki sistem irigasi memadai.

Senada dengan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat serta memperhatikan kondisi tubuh selama musim kemarau berlangsung.

Dengan persiapan yang baik, masyarakat Babatan dan wilayah Sugio diharapkan tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, sehat, dan produktif meski udara dingin bediding kembali menyapa pada puncak kemarau tahun ini. (Red)

Penulis : SAMI'AN

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?
Belajar Meracik Peluang Usaha dari Tepung Kentucky di Balerejo
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
NDASMU!
Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:10 WIB

O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:57 WIB

Belajar Meracik Peluang Usaha dari Tepung Kentucky di Balerejo

Berita Terbaru