Bikin Pakan Lele Makin Cerdas! Dosen UPN Veteran Jatim Kenalkan Software Digital untuk Petambak di Lamongan

"Tak lagi asal racik, petambak lele di Desa Karang Langit kini belajar menyusun formulasi pakan hingga menghitung untung-rugi usaha lewat software rekayasa proses"

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, LAMONGAN — Era digital kini ikut merambah kolam lele. Tak hanya soal pemasaran online, proses membuat pakan ikan pun mulai memanfaatkan teknologi.

Hal itulah yang dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur saat menggelar pelatihan bertajuk Implementasi Software Rekayasa Proses untuk Digitalisasi Formulasi, Fermentasi, dan Analisis Ekonomi Produksi Pelet Pakan Lele di Balai Desa Karang Langit, Kecamatan Lamongan.

Program ini hadir sebagai solusi bagi para peternak dan pembudidaya lele yang selama ini masih bergantung pada pakan pabrikan dengan harga yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat software rekayasa proses, masyarakat diajak memproduksi pakan sendiri secara lebih efisien, presisi, dan tentunya lebih hemat.

Sejak pembukaan kegiatan, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Perangkat desa, kelompok peternak, pembudidaya lele, hingga warga tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat dikenalkan bagaimana teknologi digital bisa membantu mengelola usaha budidaya ikan.

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Caecilia Pudjiastuti, M.T., mengatakan biaya pakan masih menjadi beban terbesar dalam usaha budidaya lele.

Karena itu, tim menghadirkan software yang mampu membantu masyarakat menyusun formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi ikan sekaligus menghitung biaya produksi secara otomatis.

Baca Juga :  Tandai Langkah Penting Dunia Akademis dan Industri, ITSNU Pekalongan Siapkan 316 Wisudawan Siap Terjun Lapangan

“Melalui software ini, masyarakat dapat menentukan komposisi bahan baku, mengendalikan proses fermentasi, hingga mengetahui harga pokok produksi dan estimasi keuntungan usaha. Harapannya, petambak bisa lebih mandiri dan usahanya semakin efisien,” jelas Caecilia.

Tak hanya belajar teori, peserta juga langsung praktik menggunakan aplikasi tersebut. Mereka didampingi tim dosen dan mahasiswa mulai dari memasukkan data bahan baku, menyusun formulasi pakan, melakukan simulasi fermentasi, hingga menganalisis biaya produksi sesuai kondisi usaha masing-masing.

Dengan sistem yang sederhana, software mampu menghitung kebutuhan bahan baku, kandungan nutrisi, Harga Pokok Produksi (HPP), biaya operasional, hingga potensi keuntungan.

Teknologi ini diharapkan membantu petambak mengambil keputusan usaha berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Menurut Caecilia, digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi langkah penting agar usaha budidaya lele semakin modern dan memiliki daya saing.

“Kami berharap software ini terus digunakan setelah pelatihan selesai. Jangan berhenti di sini, tetapi menjadi bagian dari pengembangan usaha budidaya lele yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Open House dan Pesta Santo Pelindung: "Grow in Faith, Excellence in Science"

Program pengabdian ini melibatkan tim dosen lintas disiplin UPN “Veteran” Jawa Timur bersama mahasiswa yang secara langsung mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Pemerintah Desa Karang Langit pun menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala Desa mengapresiasi kontribusi UPN “Veteran” Jawa Timur yang menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat desa.

Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi digital dalam produksi pakan lele sehingga masyarakat memiliki peluang menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas usaha.

Pihak desa juga berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

Melalui program ini, UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa hasil riset kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga bisa diterapkan langsung untuk membantu masyarakat.

Dengan memanfaatkan teknologi digital dan potensi bahan baku lokal, petambak lele di Desa Karang Langit kini memiliki bekal baru untuk membangun usaha yang lebih efisien, modern, dan siap bersaing. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 35 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB