4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Dari tekanan untuk menang hingga belajar menikmati proses, mahasiswa Unesa Antasyafi Robby Al-Hilmi sukses meraih emas internasional pertamanya di World Climbing Series 2026

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/ gambar: detik.com

Foto/ gambar: detik.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Empat koma enam lima detik. Waktu sesingkat itu mengantarkan Antasyafi Robby Al-Hilmi mencatat sejarah baru dalam kariernya.

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu berhasil meraih medali emas nomor Speed Individual Men pada World Climbing Series (WCS) 2026 di Guiyang, Tiongkok, 11–13 September 2026.

Catatan 4,65 detik di babak final membuat Robby mengungguli wakil tuan rumah Tiongkok dan Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Robby, emas tersebut bukan sekadar soal kecepatan. Ini adalah emas internasional pertamanya di level dunia.

Baca Juga :  Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!

Menariknya, kemenangan itu justru lahir setelah Robby mengubah cara pandangnya terhadap pertandingan.

Sebelumnya, ia mengaku kerap terbebani keinginan untuk menang dan membuktikan diri. Tekanan tersebut malah membuat performanya di sejumlah laga penting tidak maksimal.

Titik balik datang setelah ia berdiskusi dengan psikolog olahraga, sesama atlet, dan para senior di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Robby mulai belajar melepas ekspektasi berlebihan. Di Guiyang, ia tidak memasang target muluk. Fokusnya hanya satu: memberikan penampilan terbaik untuk Merah Putih. Hasilnya? Emas.

Baca Juga :  Monica Florensya: Kiprah Wirausahawan Muda dengan Visi Bisnis Global

Sebelum tampil di Tiongkok, Robby juga telah mengoleksi dua medali perak dari kompetisi di Eropa, masing-masing di Polandia dan Chamonix, Prancis.

Namun, Robby tak mau terlalu lama menikmati kemenangan. Baginya, setiap pertandingan selalu dimulai dari nol.

Setelah Guiyang, ia kembali bersiap menghadapi seri WCS berikutnya di Chongqing.

Menang kemarin bukan berarti selesai hari ini. Bagi Robby, podium justru menjadi alasan untuk kembali berlatih dan memanjat lebih tinggi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB