Urgensi Pancasila dalam Menghadapi Tantangan Globali

- Penulis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: dok istimewa

Ilustrasi: dok istimewa

Oleh: Naufal Dzaky Ramadhan *)

SUARAMUDA, SEMARANG – Globalisasi telah membawa banyak perubahan besar bagi aspek kehidupan negara ini, mulai dari ekonomi, budaya, hingga pola pikir masyarakat.

Adanya kemajuan teknologi dan informasi membuat budaya asing dengan mudah masuk dan mempengaruhi nilai-nilai bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam menghadapi tantangan global seperti saat ini, Pancasila menjadi peran penting sebagai pedoman, dan juga pegangan bagi bangsa Indonesia agar tetap mempertahankan identitasnya.

Pancasila sebagai landasan negara dan ideologi bukan lambang negara, melainkan kaya nilai, yang menjadi pedoman/pegangan bagi bangsa Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya.

Dalam aspek politik, Pancasila menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia harus berlandaskan musyawarah mufakat seperti yang ada pada sila ke empat “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”, bukan sekedar mengadopsi sistem liberal yang cenderung individualis.

Baca Juga :  Menarasikan Makna Sila Pertama pada Butir Pancasila

Dalam bidang ekonomi, prinsip keadilan sosial seperti pada sila ke lima pancasila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”, menuntun Indonesia agar tidak terjebak dalam kapitalisme yang dapat memperlebar kesenjangan sosial yang ada pada bangsa ini.

Globalisasi juga membawa pengaruh dalam aspek budaya. Masuknya budaya asing, dapat menggeser nilai luhur bangsa jika tidak disaring dengan baik.

Oleh karena itu penting bagi masyarakat, terutama bagi generaasi muda untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari agar tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia.

Dalam dunia pendidikan, penerapan nilai-nilai Pancasila juga menjadi sangat vital. Kurikulum yang berbasis Pancasila dapat membentuk kepribadian generasi muda agar tidak mudah kehilangan nilai-nilai nasionalisme di era globalisasi ini.

Baca Juga :  Bayang-Bayang Westernisasi: Antara Kemajuan dan Kehilangan Identitas

Pendidikan harus mampu membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital dan berpikir kritis, tetapi tetap dalam kerangka nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Oleh karena itu Pancasila harus menjadi pedoman atau pegangan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini.

Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Indonesia dapat berkembang sebagai bangsa yang maju, modern, dan tetap berpegang teguh pada jati dirinya. (Red)

*) Naufal Dzaky Ramadhan, mahasiswa S1 Pendidikan Kimia-UNY
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
***) Isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi pandangan redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia
Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?
Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?
Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin
Solo Membara, Demokrasi Diuji
Satu Kerja, Lima Nama: Kenapa “Tugas Kelompok” Sering Berakhir Tidak Adil?
Gol yang Membakar Bumi
Jangan Besarkan Program dengan Mengecilkan Rakyat Desa
Berita ini 178 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 22:59 WIB

Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?

Senin, 27 Juli 2026 - 07:47 WIB

Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:48 WIB

Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:15 WIB

Solo Membara, Demokrasi Diuji

Berita Terbaru

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB