Kisah Inspiratif Evan Haydar: Dari Gresik Hingga Tembus Tesla di Jerman

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa sangka, anak muda asal Gresik, Jawa Timur, kini bisa duduk manis di kantor Tesla, perusahaan mobil listrik raksasa dunia yang berbasis di Berlin, Jerman?

Yup, dia adalah Evan Haydar, sosok yang kisah hidupnya penuh lika-liku tapi super inspiratif.

Sosok Evan Haydar, alumnus International Business dari HTW Berlin (Hochschule fur Technik und Wirtschaft Berlin). Kini, berkarir di Tesla, Berlin, Jerman. (dok pribadi)

Dari Anak “Langganan BK” ke Karir Global

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evan dulu bukan dikenal sebagai siswa yang teladan. Dari kecil sebenernya dia pintar dan kreatif, tapi dia nggak suka sama sekolah. Dia ngerasa nggak cocok dengan sistem yang ada.

Karena malas belajar, dia pernah dapat ranking 25 dari 30 siswa di kelasnya. Evan juga hobi kabur dari kelas dan membuat masalah, hingga sering dipanggil ke ruang BK.

Perjalanan ke Jerman

Tahun 2016 adalah momen besar bagi Evan. Dia memutuskan untuk pergi ke Jerman begitu lulus dari SMA, setelah mendengar bahwa kuliah di Jerman itu gratis.

Baca Juga :  Ayu Hendranata Raih Predikat Lulusan Terbaik dengan IPK 3,98, Usai Rilis Single “Milo”

Awalnya tidak mudah. Evan datang tanpa kenalan, tanpa keluarga, hanya modal nekat. Untuk bertahan hidup, ia sempat menjalani berbagai macam pekerjaan, mulai dari kerja di pabrik kertas, pabrik obat, jadi waiter di restoran hingga kerja di dapurnya Burger King.

Evan juga sempat ditolak dari pendaftaran kuliah, sehingga ia sempat merasa gagal di awal-awal.

Sosok Evan Haydar, alumnus International Business dari HTW Berlin (Hochschule fur Technik und Wirtschaft Berlin). Kini, berkarir di Tesla, Berlin, Jerman. (dok pribadi)

Perjalanan hidupnya memang nggak selalu mulus. Jauh dari keluarga dan merantau di negeri orang itu bener-bener bisa menempa hidup.

Evan sempat merasa jatuh di hidupnya. Tapi ternyata, pengalaman inilah yang bisa membuat Evan semakin bijak dan dewasa.

Pelan-pelan, dia mulai intropeksi dan memperbaiki diri. Disitulah dia mulai tumbuh. Hingga akhirnya, ia bisa kerja di perusahaan-perusahaan multinational seperti anak perusahaan Samsung dan Volkswagen.

Evan pun akhirnya lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana International Business dari HTW Berlin (Hochschule fur Technik und Wirtschaft Berlin).

Baca Juga :  Beginilah Kisah Tanwir, Mahasiswa UMS yang Raih 2 Penghargaan Internasional di Malaysia

Dari situ, karir dia makin lancar, dan saat ini dia bekerja sebagai HR Specialist di Tesla, perusahaan mobil listrik paling bergengsi di dunia.

Sosok Evan Haydar, alumnus International Business dari HTW Berlin (Hochschule fur Technik und Wirtschaft Berlin). Kini, berkarir di Tesla, Berlin, Jerman. (dok pribadi)

Bagi-Bagi Inspirasi

Kesibukan Evan nggak cuma di kantor. Ia aktif berbagi kisah dan menginspirasi anak muda di Indonesia lewat Instagram-nya, @evanhaydar.

Pesan yang ia sampaikan sederhana, tapi ngena: “Don’t let the past define your future. If you’re willing to do the hard work, you can build the life you want. The key lies in your mindset.”

Kisah Evan Haydar jadi bukti nyata bahwa perjalanan dari ruang BK di Gresik bisa berakhir di kantor HR Tesla di Jerman. Kalau Evan bisa, kamu pun bisa! Yakinlah! (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 92 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB