SUARAMUDA.NET, PURWOREJO — Siapa bilang jago matematika itu membosankan? Kintania Palita Arundati membuktikan sebaliknya. Bocah asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ini sukses meraih medali emas di ajang Einstein Olympiad Indonesia National Round 2026 pada bidang matematika dan kini bersiap membawa nama Indonesia ke panggung internasional di Jerman.
Kintania merupakan siswa Rumah Belajar Ahli Berhitung (ALBRI). Berkat prestasinya, ia akan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam final Einstein Olympiad yang dijadwalkan berlangsung di Jerman pada Desember 2026.
Sang ibu, Dinar Septi, mengungkapkan bahwa pengumuman kemenangan putrinya diterima pada 19 Juni 2026. Sebelumnya, kompetisi nasional digelar secara daring pada 13 Juni dengan sistem pengawasan yang cukup ketat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Olympiadenya dilakukan secara online dengan tiga perangkat sekaligus untuk merekam seluruh proses lomba,” ujar Dinar.
Prestasi Kintania pun menjadi kebanggaan keluarga sekaligus mengharumkan nama Purworejo di tingkat internasional.
Siap Berangkat ke Jerman, Tapi Biaya Ditanggung Sendiri
Meski berhasil lolos ke final dunia, perjalanan Kintania ke Jerman bukan tanpa tantangan. Seluruh biaya keberangkatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga peserta.
Saat ini, keluarga tengah mengurus paspor dan mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi.
“Rencana berangkat bulan Desember. Untuk biaya akomodasi sekitar Rp20 juta untuk anak. Kalau didampingi orangtua tentu bisa dua kali lipat,” kata Dinar.
Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, keluarga mengaku tetap bersyukur. Bagi mereka, kesempatan tampil di kompetisi internasional merupakan pengalaman berharga yang bisa membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan Kintania.
Rahasianya? Belajar Pakai Metode Jari Aljabar
Di balik prestasinya, Kintania ternyata telah belajar di ALBRI selama sekitar satu setengah tahun. Di sana, ia tidak hanya diajarkan berhitung cepat, tetapi juga diasah kemampuan bernalarnya melalui Metode Jari Aljabar.
Menurut Dinar, metode tersebut membuat putrinya lebih mudah memahami konsep matematika. Bahkan, materi seperti perkalian hingga konsep yang biasa dipelajari siswa kelas IV dan V SD sudah dikuasainya lebih awal.
“Metodenya lebih menekankan penalaran dan hitung cepat. Jadi anak lebih siap mengikuti pelajaran di sekolah,” jelasnya.
Orangtua Punya Peran Besar
Dinar juga menegaskan bahwa prestasi anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga dukungan dari keluarga.
Menurutnya, kebiasaan mendampingi anak belajar setiap hari, memberikan semangat, dan tetap mendukung saat anak mulai lelah menjadi kunci penting dalam proses belajar.
“Yang terpenting adalah terus memberi semangat kepada anak. Orangtua harus mendampingi belajar setiap hari, memberikan motivasi, dan tetap mendukung ketika anak mulai merasa lelah. Dengan begitu anak akan lebih percaya diri dan terus berkembang,” tutupnya. (Red)













Komentar