Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar

"Berkat medali emas Einstein Olympiad Indonesia 2026, Kintania Palita Arundati asal Purworejo akan mewakili Indonesia di ajang olimpiade matematika internasional di Jerman. Di balik prestasinya, ada Metode Jari Aljabar dan dukungan penuh orang tua"

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, PURWOREJO — Siapa bilang jago matematika itu membosankan? Kintania Palita Arundati membuktikan sebaliknya. Bocah asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ini sukses meraih medali emas di ajang Einstein Olympiad Indonesia National Round 2026 pada bidang matematika dan kini bersiap membawa nama Indonesia ke panggung internasional di Jerman.

Kintania merupakan siswa Rumah Belajar Ahli Berhitung (ALBRI). Berkat prestasinya, ia akan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam final Einstein Olympiad yang dijadwalkan berlangsung di Jerman pada Desember 2026.

Sang ibu, Dinar Septi, mengungkapkan bahwa pengumuman kemenangan putrinya diterima pada 19 Juni 2026. Sebelumnya, kompetisi nasional digelar secara daring pada 13 Juni dengan sistem pengawasan yang cukup ketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Olympiadenya dilakukan secara online dengan tiga perangkat sekaligus untuk merekam seluruh proses lomba,” ujar Dinar.

Prestasi Kintania pun menjadi kebanggaan keluarga sekaligus mengharumkan nama Purworejo di tingkat internasional.

Baca Juga :  Dari Rasa Ragu Menjadi Prestasi: Kisah Nafhan Gilang Romadan, Siswa SMK yang Tembus 15 Universitas di Indonesia

Siap Berangkat ke Jerman, Tapi Biaya Ditanggung Sendiri

Meski berhasil lolos ke final dunia, perjalanan Kintania ke Jerman bukan tanpa tantangan. Seluruh biaya keberangkatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga peserta.

Saat ini, keluarga tengah mengurus paspor dan mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi.

“Rencana berangkat bulan Desember. Untuk biaya akomodasi sekitar Rp20 juta untuk anak. Kalau didampingi orangtua tentu bisa dua kali lipat,” kata Dinar.

Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, keluarga mengaku tetap bersyukur. Bagi mereka, kesempatan tampil di kompetisi internasional merupakan pengalaman berharga yang bisa membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan Kintania.

Rahasianya? Belajar Pakai Metode Jari Aljabar

Di balik prestasinya, Kintania ternyata telah belajar di ALBRI selama sekitar satu setengah tahun. Di sana, ia tidak hanya diajarkan berhitung cepat, tetapi juga diasah kemampuan bernalarnya melalui Metode Jari Aljabar.

Baca Juga :  Hi, Sobat Muda! Ini 3 Tokoh NU Paling Terkenal yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Menurut Dinar, metode tersebut membuat putrinya lebih mudah memahami konsep matematika. Bahkan, materi seperti perkalian hingga konsep yang biasa dipelajari siswa kelas IV dan V SD sudah dikuasainya lebih awal.

“Metodenya lebih menekankan penalaran dan hitung cepat. Jadi anak lebih siap mengikuti pelajaran di sekolah,” jelasnya.

Orangtua Punya Peran Besar

Dinar juga menegaskan bahwa prestasi anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga dukungan dari keluarga.

Menurutnya, kebiasaan mendampingi anak belajar setiap hari, memberikan semangat, dan tetap mendukung saat anak mulai lelah menjadi kunci penting dalam proses belajar.

“Yang terpenting adalah terus memberi semangat kepada anak. Orangtua harus mendampingi belajar setiap hari, memberikan motivasi, dan tetap mendukung ketika anak mulai merasa lelah. Dengan begitu anak akan lebih percaya diri dan terus berkembang,” tutupnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
Anies Baswedan “Naik Kelas” ke Riyadh, Jakarta Kini Jadi Contoh Kota Modern Dunia
Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya
Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!
Suara Legendaris dari Layar Hitam Putih: Kisah Santai Yasir Den Has yang Bikin Kangen Zaman Dulu
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:31 WIB

Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:51 WIB

Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Senin, 8 Juni 2026 - 08:43 WIB

Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Berita Terbaru