SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Tempat pemakaman biasanya identik dengan suasana duka. Namun, TPU Pancasila di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, membawa pesan yang berbeda, bahwa toleransi dan keberagaman tetap bisa dirawat hingga akhir kehidupan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meresmikan TPU Pancasila pada Minggu (20/9/2026).
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyediakan ruang pemakaman yang dapat mengakomodasi masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TPU Pancasila berdiri di atas lahan sekitar 8 hektare. Kawasan ini dikembangkan sebagai kompleks pemakaman lintas agama sekaligus ruang hijau.
Lahan tersebut berasal dari fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diserahkan DPD REI Jawa Tengah kepada Pemkot Semarang dan kemudian dikembangkan secara bertahap.
Tujuh Agama dan Kepercayaan Punya Ruang
Yang menarik, TPU Pancasila tidak sekadar menyediakan lahan pemakaman. Kawasan ini juga dirancang dengan identitas vegetasi yang berbeda untuk masing-masing agama dan kepercayaan.
Pohon asem untuk kawasan Islam, beringin untuk Hindu, jati untuk penghayat kepercayaan, cemara untuk Kristen, sawo kecik untuk Katolik, bambu kuning untuk Konghucu, serta pohon Bodhi untuk Buddha.
Konsep tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan tidak harus dipisahkan, tetapi dapat hidup berdampingan dalam satu kawasan.
Ketua FKUB Kota Semarang Mustam Aji mengatakan, persoalan pemakaman masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama ketika lahan yang tersedia sudah penuh atau memiliki ketentuan tertentu berdasarkan agama.
Karena itu, TPU Pancasila diharapkan menjadi salah satu solusi sekaligus ruang bersama untuk merawat kerukunan masyarakat Semarang.
Toleransi Tak Berhenti di Kehidupan
Agustina menilai keberadaan TPU Pancasila menunjukkan bahwa semangat toleransi di Kota Semarang tidak hanya berbicara tentang bagaimana warga hidup berdampingan, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tanpa membedakan latar belakang.
“Siapa pun nanti yang meninggal dunia, mudah-mudahan sudah ada tempat yang disiapkan,” ujar Agustina.
Peresmian TPU Pancasila juga dirangkai dengan gerakan penghijauan. Pemkot Semarang mencanangkan Gerakan Semarang Hijau Lestari dengan target penanaman 100.000 pohon hingga akhir 2026.
Bagi FKUB Kota Semarang, TPU Pancasila bukan sekadar soal tempat peristirahatan terakhir. Lebih jauh, fasilitas ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah bagian dari kehidupan Kota Semarang—dan semestinya tetap dirawat sampai akhir. (Red)













Komentar