Oh, Ternyata ini to Alasan Wisata Sekolah Dilarang di Kabupaten Pati, Simak Selengkapnya!

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, PATI — Rencana seru outing class ke Bali yang digagas SMP Negeri 1 Tayu, Pati, mendadak berubah jadi drama panas. Bukan soal destinasi, tapi soal biaya yang bikin orang tua siswa langsung “angkat tangan”.

Bayangin aja, biaya tembus Rp 1,8 juta per siswa—dan harus dilunasi cuma dalam waktu seminggu!

Nggak heran kalau banyak wali murid protes keras karena merasa keberatan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan ini pun langsung “meledak” sampai ke DPRD Pati. Komisi D bergerak cepat dengan memanggil pihak sekolah, komite, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk duduk bareng dalam audiensi, Kamis (16/6/2026).

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, nggak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa kegiatan wisata sekolah ke luar daerah seperti Bali harus dikaji ulang total.

“Biaya Rp 1,8 juta dengan waktu pembayaran hanya satu minggu tentu sangat berat bagi sebagian besar masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Baca Juga :  Gigi Sehat, Anak Hebat: KKN UIN Walisongo Gandeng Charlie Hospital Demak Beri Edukasi Siswa SDN Pulosari 1

Bukan cuma soal mahal, DPRD juga mencium adanya dugaan tekanan ke orang tua. Bahkan, ada laporan pihak sekolah mendatangi wali murid yang keberatan. Ini yang bikin situasi makin panas.

Bandang mengingatkan keras: kegiatan seperti outing class atau perpisahan nggak boleh jadi kewajiban, apalagi sampai berdampak ke hak siswa.

“Jangan sampai karena belum bayar uang rekreasi atau perpisahan, ijazah siswa ditahan. Kami ingin meluruskan ini agar kegiatan sekolah tidak membebani ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Rencananya, DPRD bakal mengundang seluruh wali murid pekan depan untuk meluruskan persoalan ini secara terbuka.

Di sisi lain, pihak sekolah mencoba meredam. Wakil Kepala SMPN 1 Tayu, Heri Setiawan, menjelaskan bahwa rencana ke Bali sebenarnya masih sebatas survei.

Dari sekitar 300 siswa, hasilnya cukup berimbang: 155 setuju, 145 menolak. Buat yang nggak ikut, sekolah bahkan sudah menyiapkan alternatif berupa proyek video budaya lokal Pati. Tapi, plot twist datang dari pemerintah daerah.

Kepala Disdikbud Pati, Sunarji, langsung mengeluarkan kebijakan tegas: semua outing class ke luar daerah resmi dilarang!

Baca Juga :  Pelantikan MPPD Kota Surakarta 2025: Perkuat Sinergi IPPAT dan BPN

“Semua kegiatan ke luar daerah dibatalkan, termasuk yang sebelumnya sudah direncanakan. Kami ingin siswa lebih mengenal potensi lokal sekaligus mendukung UMKM daerah,” tegasnya.

Dengan keputusan ini, rencana liburan ke Bali pun resmi kandas. Pihak sekolah menyatakan siap membatalkan, tapi DPRD meminta agar pengumuman dilakukan secara tertulis supaya nggak menimbulkan salah paham.

Langkah tegas ini ternyata bagian dari upaya Pemkab Pati untuk menertibkan dunia pendidikan.

Mereka sedang gencar mensosialisasikan aturan dari Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, yang fokus pada penghentian pungutan di sekolah negeri dan pembatasan kegiatan mahal seperti wisata luar daerah.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bahkan menegaskan tanpa kompromi: “Iurannya tidak boleh. Aturannya sudah jelas, tidak boleh ada pungutan apa pun dengan alasan apa pun.”

Intinya jelas, sekolah diminta kembali ke jalur—fokus pendidikan tanpa membebani orang tua. Sementara itu, impian liburan ke Bali? Untuk sekarang, harus ditunda dulu, ya…… (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Berita ini 37 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB