China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

"Beijing mengajak negara-negara BRICS mempererat kerja sama di sektor mineral strategis dan menghadapi ancaman baru seperti kecerdasan buatan, pandemi, hingga perubahan pola peperangan."

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China telah mengizinkan mitra BRICS-nya, Brasil, untuk mendapatkan akses pasar bebas guna menghindari tarif AS. (FOTO: EBC/ sindonews)

China telah mengizinkan mitra BRICS-nya, Brasil, untuk mendapatkan akses pasar bebas guna menghindari tarif AS. (FOTO: EBC/ sindonews)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyerukan kepada seluruh negara anggota BRICS untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan sumber daya mineral strategis pada pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di New Delhi, pekan lalu.

Dalam forum tersebut, Wang Yi menilai kerja sama yang lebih erat di bidang mineral strategis menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara BRICS di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi global yang semakin kompleks.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia saat ini tidak hanya berasal dari konflik geopolitik, tetapi juga dari ancaman non-tradisional seperti perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), potensi munculnya pandemi baru, hingga perubahan karakter peperangan modern.

Mineral strategis seperti lithium, kobalt, nikel, dan unsur tanah jarang (rare earths) memiliki peran penting dalam berbagai industri berteknologi tinggi.

Komoditas tersebut menjadi bahan baku utama dalam produksi semikonduktor, baterai kendaraan listrik, pusat data, superkomputer, hingga berbagai peralatan pertahanan.

Dengan sejumlah negara anggota BRICS merupakan produsen utama mineral strategis dunia, penguatan koordinasi dinilai dapat meningkatkan posisi tawar blok tersebut dalam rantai pasok global sekaligus mendukung pengembangan industri teknologi di negara-negara anggotanya.

Selain isu mineral strategis, Wang Yi juga mendorong BRICS untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai risiko global yang saling berkaitan, termasuk tata kelola dan pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan agar dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Hungaria di Bawah Tekanan UE: Pemerintah Mencari Jalan Keluar dalam Isu Strategis

Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa penguatan kerja sama di bidang sumber daya strategis dan pengelolaan risiko teknologi menjadi salah satu agenda yang disoroti dalam pembahasan tersebut.

Meski demikian, pernyataan Wang Yi merupakan sikap resmi pemerintah China dan belum menjadi kebijakan bersama yang mengikat seluruh anggota BRICS. Setiap keputusan strategis tetap bergantung pada kesepakatan negara-negara anggota dalam forum organisasi tersebut. (Red)

 

Editor : DT Atmaja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Perang dengan Iran Ternyata Bikin Amerika Boncos!
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru