SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyerukan kepada seluruh negara anggota BRICS untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan sumber daya mineral strategis pada pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di New Delhi, pekan lalu.
Dalam forum tersebut, Wang Yi menilai kerja sama yang lebih erat di bidang mineral strategis menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara BRICS di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi global yang semakin kompleks.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia saat ini tidak hanya berasal dari konflik geopolitik, tetapi juga dari ancaman non-tradisional seperti perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), potensi munculnya pandemi baru, hingga perubahan karakter peperangan modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mineral strategis seperti lithium, kobalt, nikel, dan unsur tanah jarang (rare earths) memiliki peran penting dalam berbagai industri berteknologi tinggi.
Komoditas tersebut menjadi bahan baku utama dalam produksi semikonduktor, baterai kendaraan listrik, pusat data, superkomputer, hingga berbagai peralatan pertahanan.
Dengan sejumlah negara anggota BRICS merupakan produsen utama mineral strategis dunia, penguatan koordinasi dinilai dapat meningkatkan posisi tawar blok tersebut dalam rantai pasok global sekaligus mendukung pengembangan industri teknologi di negara-negara anggotanya.
Selain isu mineral strategis, Wang Yi juga mendorong BRICS untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai risiko global yang saling berkaitan, termasuk tata kelola dan pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan agar dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.
Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa penguatan kerja sama di bidang sumber daya strategis dan pengelolaan risiko teknologi menjadi salah satu agenda yang disoroti dalam pembahasan tersebut.
Meski demikian, pernyataan Wang Yi merupakan sikap resmi pemerintah China dan belum menjadi kebijakan bersama yang mengikat seluruh anggota BRICS. Setiap keputusan strategis tetap bergantung pada kesepakatan negara-negara anggota dalam forum organisasi tersebut. (Red)
Editor : DT Atmaja













Komentar