Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

"Indonesia Jadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Buka Peluang Investasi dan Ekspansi Ekspor ke Kawasan Eurasia"

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, EKATERINBURG, RUSIA —Indonesia untuk pertama kalinya akan tampil sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di kawasan Eurasia yang digelar di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026.

Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kemitraan industri dengan Rusia dan negara-negara Eurasia, sekaligus membuka peluang investasi dan perluasan pasar ekspor produk industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa Indonesia datang ke INNOPROM dengan membawa pesan kerja sama konkret dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hubungan Indonesia dan Rusia di bidang industri memiliki fondasi yang kuat. INNOPROM 2026 menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan pelaku industri kedua negara secara langsung, meningkatkan investasi, serta membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak,” tuturnya.

Paviliun Indonesia seluas lebih dari 1.500 meter persegi akan menjadi salah satu yang terbesar di INNOPROM 2026.

Baca Juga :  Duh, Arab Saudi Bersalju Lagi! Fenomena Langka atau Siklus Alam?

Dengan tema “Navigating Industrial Futures“, paviliun ini akan menampilkan lima sektor unggulan, yaitu agro dan pengolahan pangan, kimia dan farmasi, manufaktur khusus dan barang konsumsi, manufaktur lanjutan dan rekayasa, serta kawasan industri dan investasi.

Paviliun ini dirancang sebagai pusat business matching, forum bisnis bilateral, hingga pertemuan tingkat tinggi antara delegasi dari kedua negara.

Keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 didukung oleh penguatan hubungan ekonomi kedua negara. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia pada 2025 mencapai 1,87 miliar dolar AS, dengan realisasi investasi Rusia di Indonesia sebesar 262,8 juta dolar AS.

Penguatan hubungan ini semakin terlihat melalui pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Desember 2025 dan April 2026, yang menghasilkan kesepahaman strategis di bidang energi, investasi, teknologi, hilirisasi, dan pengembangan industri.

Baca Juga :  Rayakan 1 Abad NU, PCINU Tunisia Gelar Istighosah Kubro hingga Ngaji Qonun Asasi

Penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA) juga membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia.

Kerja sama konkret telah terjalin antara lain melalui penandatanganan Letter of Intent antara PT PAL Indonesia dan Rosatom untuk kerja sama pembangkit listrik tenaga nuklir terapung, serta penjajakan kerja sama antara Pupuk Indonesia dan Uralchem.

Dengan peringkat ke-13 dunia berdasarkan nilai Manufacturing Value Added serta menjadi negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di kancah industri global.

Direktur Jenderal Tri Supondy menegaskan bahwa INNOPROM 2026 menjadi titik awal kerja sama jangka panjang dengan mitra Eurasia.

Indonesia mengikuti jejak Uni Emirat Arab (2024) dan Arab Saudi (2025) sebagai Official Partner Country, sekaligus menegaskan peran Indonesia yang semakin penting dalam ekosistem industri global. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB