Delay Gratification untuk Remaja dan Pelajar: Kunci Kesuksesan di Era Instan

Generasi Z menghadapi godaan FOMO, PayLater, dan konsumsi instan yang menuntut kemampuan kontrol diri lebih kuat dari sebelumnya

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Marta Pujiono, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dalam dunia digital, remaja dan siswa saat ini dihadapkan pada budaya yang serba cepat, mulai dari hiburan instan hingga kemudahan berbelanja online dengan pilihan PayLater.

Fenomena belanja impulsif dan FOMO (Fear of Missing Out) menjadi tantangan nyata bagi Generasi Z, yang sering kali lebih memprioritaskan keinginan sesaat daripada kebutuhan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi ini, menghidupkan kembali kemampuan untuk menunda kepuasan sangat penting sebagai dasar karakter dan masa depan yang sukses.

Apa Itu Delay Gratification ?

Menunda kepuasan adalah kemampuan individu untuk secara sukarela menangguhkan imbalan kecil yang tampak menggiurkan demi memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar di masa depan.

Dari sudut pandang psikologis, hal ini mencerminkan aspek penting dari pengaturan diri.

Eksperimen terkenal “Marshmallow Test” yang dilakukan oleh Walter Mischel menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu menunggu demi mendapatkan dua marshmallow menunjukkan hubungan positif dengan kesuksesan dalam pendidikan (seperti skor SAT yang lebih tinggi), stabilitas emosional, serta kemampuan mengelola stres ketika mereka dewasa.

Tantangan dalam Budaya Instan

Budaya konsumsi yang berkembang saat ini dan kemudahan teknologi cenderung memperkuat perilaku impulsif remaja yang mencari kesenangan langsung.

Baca Juga :  Judol dan Cermin Gagalnya Perlindungan dan Edukasi Masyarakat

Contohnya, penggunaan layanan PayLater di kalangan mahasiswa menunjukkan betapa besar godaan untuk memenuhi keinginan tanpa mempertimbangkan dampak finansial di masa depan.

Sebenarnya, kemampuan menunda kepuasan tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga melibatkan lima aspek penting dalam kehidupan sehari-hari: makanan, kesenangan fisik, interaksi sosial, keuangan, dan pencapaian.

Mengapa Remaja Perlu Melatihnya?

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kemampuan menunda kepuasan yang baik cenderung mencapai hasil akademik yang lebih baik, memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, serta mampu menjalin hubungan sosial yang lebih harmonis

Selain itu, bagi siswa, kemampuan ini berkaitan erat dengan literasi finansial; mereka yang bisa menunda kesenangan kecil biasanya lebih disiplin dalam menabung dan membuat keputusan finansial yang bijaksana.

Mahasiswa dengan pandangan masa depan jelas dan rencana karier yang terarah terlihat memiliki kemampuan penundaan kepuasan yang lebih baik.

Strategi Praktis untuk Membangun Kontrol Diri

Kemampuan ini tidaklah sifat bawaan yang tetap, melainkan keterampilan yang bisa dikembangkan melalui berbagai strategi kognitif:

1. Pengalihan Perhatian dan Distraksi: Menghindari pandangan fisik dari godaan atau fokus pada hal lain yang menyenangkan dapat membantu remaja menahan impulsif mereka.

Baca Juga :  Miris! Banyak Perusahaan Pecat Karyawan dari Kelompok Gen Z, Kenapa?

2. Representasi Abstrak: Mengubah cara memandang godaan, seperti melihat makanan tidak sebagai sesuatu yang menggugah selera, tetapi sebagai gambar atau objek yang tidak memicu keinginan untuk mengonsumsinya.

3. Literasi Keuangan dan Pengelolaan Anggaran: Belajar menyusun catatan pengeluaran sederhana dan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dapat melatih disiplin diri.

4. Menetapkan Fokus Masa Depan: Memiliki dorongan jangka panjang yang kuat untuk mencapai tujuan hidup membantu pikiran reflektif dalam mengendalikan dorongan impulsif.

Menunda kepuasan tidak berarti menghambat kebahagiaan, tetapi menunjukkan kecerdasan dalam memilih jenis kebahagiaan yang lebih berarti.

Dukungan dari institusi pendidikan melalui pengajaran literasi keuangan dan peran orang tua yang memberikan contoh perilaku konsumsi yang bijak sangat diperlukan.

Dengan melatih penundaan kenikmatan, remaja dan pelajar tidak hanya belajar mengelola uang atau waktu, tetapi juga sedang membangun fondasi karakter untuk kesejahteraan hidup mereka di masa mendatang.

Di tengah dunia yang mengharuskan segala sesuatu terjadi dengan cepat, mereka yang bisa menunggu adalah yang akan mengendalikan masa depan mereka sendiri. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paradoks Fresh Graduate: Ketika Magang Menjadi Syarat Tak Tertulis Dunia Kerja
Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia
Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?
Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?
Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin
Solo Membara, Demokrasi Diuji
Satu Kerja, Lima Nama: Kenapa “Tugas Kelompok” Sering Berakhir Tidak Adil?
Gol yang Membakar Bumi
Berita ini 1,080 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Paradoks Fresh Graduate: Ketika Magang Menjadi Syarat Tak Tertulis Dunia Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 22:59 WIB

Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?

Senin, 27 Juli 2026 - 07:47 WIB

Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:48 WIB

Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB