Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,2 persen, sementara 25,3 persen responden belum menentukan atau tidak menyampaikan pilihan politiknya.

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Peta elektoral partai politik kembali menarik perhatian. Survei terbaru Poltracking Indonesia menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen.

Di belakang Gerindra, ada PDI Perjuangan dengan 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,4 persen.

Survei ini dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap sekitar 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Poltracking menggunakan simulasi bilik suara. Responden ditanya partai politik atau calon anggota DPR RI dari partai mana yang akan mereka pilih jika pemilu digelar saat survei dilakukan.

Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, menyebut Gerindra masih berada di posisi teratas dalam pengukuran tersebut. Gerindra 23,2 persen, siapa mengekor?

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada Nanti

Berikut gambaran elektabilitas partai politik dalam survei Poltracking:
Gerindra: 23,2 persen
PDIP: 11,6 persen
Golkar: 10,4 persen
PKB: 6,2 persen
Demokrat: 6,1 persen
NasDem: 4,4 persen
PAN: 3,4 persen
PKS: 3,3 persen
PSI: 2,3 persen
PPP: 1,9 persen

Sementara sejumlah partai lainnya berada di bawah 1 persen. Yang juga cukup mencolok, sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Angka tersebut menunjukkan masih ada bagian pemilih yang belum menentukan pilihan atau belum menyampaikan preferensi politiknya dalam survei.

PSI berada di angka 2,3 persen. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tercatat memperoleh elektabilitas 2,3 persen dalam survei ini.

Angka tersebut muncul di tengah aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dalam beberapa bulan terakhir terlihat aktif melakukan berbagai agenda bersama PSI.

Namun, angka survei tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat antara aktivitas politik Jokowi dan tingkat elektabilitas PSI.

Baca Juga :  Setahun Kepemimpinan Bupati Jember: Krisis Tata Ruang hingga Ancaman terhadap Ruang Hidup Rakyat

Survei Poltracking mengukur pilihan politik responden, bukan secara khusus menguji apakah aktivitas tokoh tertentu menyebabkan perubahan elektabilitas. Pemilih lebih melihat caleg?

Survei Poltracking juga menemukan kecenderungan menarik soal alasan pemilih. Sebanyak 53,3 persen responden lebih cenderung memilih calon anggota legislatif, sementara 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.

Temuan ini menunjukkan bahwa figur calon legislatif menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemilih ketika menentukan pilihan dalam simulasi pemilu.

Dengan kata lain, pertarungan elektoral bukan cuma soal seberapa kuat mesin partai. Figur yang diusung ke arena pemilu juga ikut menjadi bagian penting dari pertimbangan pemilih.

Yang perlu digaris bawahi, hasil survei merupakan potret preferensi responden pada waktu pengumpulan data, bukan hasil pemilu dan bukan prediksi hasil pemilu mendatang. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB