SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kota Semarang semakin sering menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, wacana pembentukan Badan Pariwisata kembali mengemuka dan dinilai penting untuk mendukung pengembangan sektor wisata secara lebih maksimal.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Badan Pariwisata sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, rencana tersebut sempat dibahas beberapa waktu lalu sebelum akhirnya tertunda akibat perubahan regulasi.
Menurut Agustina, pembentukan lembaga tersebut kini masih menunggu kepastian aturan turunan dari pemerintah pusat, khususnya terkait Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi dasar hukumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu hampir dibentuk, tetapi kemudian ada perubahan undang-undang. Sekarang undang-undangnya sudah ada, tinggal melihat apakah PP-nya memungkinkan untuk pembentukan badan tersebut,” ujar Agustina, Jumat (19/6).
Ia menilai keberadaan Badan Pariwisata atau komite pariwisata akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kota Semarang.
Selama ini, berbagai urusan pengembangan sektor wisata masih berada di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Namun, menurut Agustina, cakupan pekerjaan yang semakin luas membuat diperlukan dukungan lembaga khusus yang bisa bergerak lebih fokus dan fleksibel.
“Menurut saya penting, karena kalau hanya ditangani dinas, jangkauannya belum tentu bisa maksimal,” katanya.
Kebutuhan akan lembaga pendukung pariwisata tersebut dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai agenda besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota Jawa Tengah itu kerap dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan event nasional maupun internasional yang mampu menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Sekarang Semarang menjadi destinasi yang sangat diminati untuk berbagai event internasional maupun nasional,” tutur Agustina.
Jika regulasi memungkinkan, pembentukan Badan Pariwisata diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi, memperluas kolaborasi dengan pelaku industri, serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Semarang di tingkat nasional maupun global. (Red)
Editor : DT Atmaja













Komentar