Investor China Bidik Segitiga Emas Rembang, Siap Bangun Kawasan Industri Garmen Raksasa 500 Hektare

"Proyek jumbo ini digadang-gadang bisa menghadirkan puluhan perusahaan dan membuka ribuan lapangan kerja baru di Pantura Jawa Tengah"

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pabrik di Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Lingkarjateng.id)

Salah satu pabrik di Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Lingkarjateng.id)

SUARAMUDA.NET, REMBANG — Kabupaten Rembang berpotensi naik kelas menjadi salah satu pusat industri tekstil dan garmen terbesar di Jawa Tengah. Pasalnya, konsorsium investor asal China dikabarkan tengah melirik kawasan Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem untuk pembangunan kawasan industri terintegrasi seluas 500 hektare.

Jika terealisasi, proyek ini bakal menjadi salah satu investasi terbesar yang pernah masuk ke Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa investor tersebut tidak hanya ingin membangun pabrik biasa. Mereka berencana menghadirkan kawasan industri tekstil dan garmen terpadu yang menampung sekitar 50 perusahaan dalam satu kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, seluruh proses produksi bakal dilakukan dalam satu area, mulai dari pengolahan bahan baku, pembuatan benang, produksi kain, proses konveksi, hingga menjadi pakaian jadi yang siap diekspor ke pasar internasional.

Baca Juga :  Polsek Sukorejo Salurkan Infaq Ramadhan Ke Panti Asuhan Yatim Piatu Aisyiyah

“Konsepnya benar-benar terintegrasi dari hulu sampai hilir,” kata Harno saat memaparkan potensi investasi Rembang dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus.

Namun, jalan menuju realisasi proyek raksasa tersebut belum sepenuhnya mulus. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan lahan yang cukup luas.

Sebagian area yang diincar ternyata bersinggungan dengan kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga pemerintah daerah masih mencari formulasi terbaik agar investasi tetap berjalan tanpa melanggar aturan tata ruang.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Rembang tetap optimistis. Kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem memang telah lama masuk dalam perencanaan sebagai wilayah strategis pengembangan industri dengan luas mencapai sekitar 2.000 hektare.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, mengatakan pemerintah daerah menyambut positif minat investasi tersebut karena berpotensi memberikan dampak besar bagi perekonomian lokal.

Baca Juga :  Bingung Uang Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 Laku Apa Engga? Cek Penjelasannya!

Menurutnya, kawasan industri ini nantinya akan menampung sekitar 50 perusahaan yang saling terhubung dalam rantai produksi tekstil dan garmen. Model industri seperti ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Yang paling menarik, proyek jumbo ini diperkirakan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Rembang dan daerah sekitarnya.

Saat ini, proses investasi masih berada pada tahap awal. Tim konsultan yang ditunjuk investor masih melakukan pemetaan dan identifikasi lahan, termasuk mengecek status kepemilikan tanah milik warga, desa, maupun pihak lainnya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, kawasan industri Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem berpotensi menjadi magnet investasi baru di Pantura Jawa Tengah sekaligus mengubah wajah ekonomi Rembang dalam beberapa tahun ke depan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 62 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB