SUARAMUDA.NET, REMBANG — Kabupaten Rembang berpotensi naik kelas menjadi salah satu pusat industri tekstil dan garmen terbesar di Jawa Tengah. Pasalnya, konsorsium investor asal China dikabarkan tengah melirik kawasan Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem untuk pembangunan kawasan industri terintegrasi seluas 500 hektare.
Jika terealisasi, proyek ini bakal menjadi salah satu investasi terbesar yang pernah masuk ke Kabupaten Rembang.
Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa investor tersebut tidak hanya ingin membangun pabrik biasa. Mereka berencana menghadirkan kawasan industri tekstil dan garmen terpadu yang menampung sekitar 50 perusahaan dalam satu kawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Artinya, seluruh proses produksi bakal dilakukan dalam satu area, mulai dari pengolahan bahan baku, pembuatan benang, produksi kain, proses konveksi, hingga menjadi pakaian jadi yang siap diekspor ke pasar internasional.
“Konsepnya benar-benar terintegrasi dari hulu sampai hilir,” kata Harno saat memaparkan potensi investasi Rembang dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus.
Namun, jalan menuju realisasi proyek raksasa tersebut belum sepenuhnya mulus. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan lahan yang cukup luas.
Sebagian area yang diincar ternyata bersinggungan dengan kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga pemerintah daerah masih mencari formulasi terbaik agar investasi tetap berjalan tanpa melanggar aturan tata ruang.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Rembang tetap optimistis. Kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem memang telah lama masuk dalam perencanaan sebagai wilayah strategis pengembangan industri dengan luas mencapai sekitar 2.000 hektare.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, mengatakan pemerintah daerah menyambut positif minat investasi tersebut karena berpotensi memberikan dampak besar bagi perekonomian lokal.
Menurutnya, kawasan industri ini nantinya akan menampung sekitar 50 perusahaan yang saling terhubung dalam rantai produksi tekstil dan garmen. Model industri seperti ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Yang paling menarik, proyek jumbo ini diperkirakan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Rembang dan daerah sekitarnya.
Saat ini, proses investasi masih berada pada tahap awal. Tim konsultan yang ditunjuk investor masih melakukan pemetaan dan identifikasi lahan, termasuk mengecek status kepemilikan tanah milik warga, desa, maupun pihak lainnya.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, kawasan industri Segitiga Emas Rembang–Jape–Lasem berpotensi menjadi magnet investasi baru di Pantura Jawa Tengah sekaligus mengubah wajah ekonomi Rembang dalam beberapa tahun ke depan. (Red)













Komentar