Dari Mataram ke Provinsi: Inilah Kisah Lahirnya Jawa Tengah

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kalau ngomongin Jawa Tengah, yang kebayang biasanya kota-kota hits kayak Semarang, Solo, atau Magelang. Tapi tahu nggak sih, provinsi yang sekarang berusia 80 tahun ini punya sejarah panjang banget sebelum resmi lahir jadi daerah administratif.

Awalnya, wilayah Jawa Tengah masuk dalam kekuasaan Kesultanan Mataram. Setelah Belanda makin menguat di Nusantara, mereka mulai membagi-bagi wilayah buat memudahkan kontrol.

Nah, pas masa Hindia Belanda, wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Jawa Tengah termasuk dalam keresidenan-keresidenan, semacam kabupaten besar yang langsung diatur pemerintah kolonial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lompatan besar terjadi setelah Indonesia merdeka tahun 1945. Saat itu, negara masih sibuk banget berbenah dan nyusun struktur pemerintahan.

Baca Juga :  Bupati Sudewo Aman dari Pemakzulan!

Tahun 1945–1950, Indonesia sempat berubah jadi Republik Indonesia Serikat (RIS), dan Jawa Tengah termasuk daerah yang masih berstatus karesidenan. Baru kemudian, lewat keputusan pemerintah, daerah ini ditetapkan jadi provinsi dengan nama resmi “Provinsi Jawa Tengah.”

Gubernur pertamanya adalah Raden Pandji Soeroso, yang kemudian jadi tokoh penting dalam meletakkan fondasi pembangunan. Dan sejak saat itu pula, Jawa Tengah terus berkembang.

Dari provinsi agraris yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, hingga sekarang jadi salah satu pusat budaya, pariwisata, dan industri kreatif. Kota-kota seperti Yogyakarta (yang kemudian jadi Daerah Istimewa sendiri), Solo, Semarang, sampai Banyumas punya kontribusi besar dalam perjalanan sejarah ini.

Yang bikin makin keren, Jawa Tengah nggak cuma dikenal lewat sejarah politiknya, tapi juga budaya yang super kaya. Ada batik Pekalongan yang mendunia, wayang kulit dari Surakarta, sampai kuliner legend kayak lumpia Semarang dan gudeg khas Solo. Semua ini bikin Jawa Tengah punya identitas kuat yang bikin orang gampang jatuh cinta.

Baca Juga :  Semarang Bikin Bangga, Lagi-lagi Sabet Juara!

Jadi, lahirnya Jawa Tengah bukan sekadar penetapan administratif, tapi juga simbol perjalanan panjang masyarakatnya dari era kerajaan, kolonialisme, revolusi, sampai Indonesia merdeka.

Nggak heran kalau tiap 19 Agustus selalu diperingati dengan meriah, karena di balik angka 80 tahun itu, ada cerita perjuangan, transisi, dan semangat warga Jawa Tengah yang selalu adaptif sama zaman. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB