SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pasar Johar Semarang bersiap tampil dengan wajah yang semakin segar. Pemerintah Kota Semarang resmi mengembangkan kawasan New PM (Pasar Maling) sebagai pusat aktivitas baru yang tak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang berkumpul, berekspresi, dan menikmati berbagai kegiatan kreatif.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, berharap kehadiran New PM dapat menghidupkan kembali denyut aktivitas di kawasan Pasar Johar sekaligus membuka peluang baru bagi para pedagang.
Perlu diketahui, sebutan “Pasar Maling” yang selama ini melekat pada kawasan tersebut bukan berarti menjual barang curian. Nama itu sudah lama digunakan masyarakat untuk menyebut area yang dikenal sebagai pusat barang bekas, barang antik, hingga berbagai produk dengan harga terjangkau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapannya tentu menambah jumlah pedagang dan membuat Pasar Johar semakin ramai. Saya ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga dipenuhi kegiatan seni, olahraga, dan aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Agustina, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin gemar berbelanja secara online membuat pasar harus bertransformasi agar tetap relevan.
“Sekarang zamannya online. Banyak pedagang dan pembeli beralih ke platform digital. Karena itu pasar harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Tak sekadar menjadi pusat perdagangan, New PM juga diproyeksikan sebagai ruang kreatif yang memadukan aktivitas ekonomi dengan seni budaya, pelatihan keterampilan, hingga pusat kuliner khas Kota Semarang.
Bahkan, Pemkot Semarang tengah menyiapkan konsep pemanfaatan area kosong di bagian atas bangunan untuk menjadi etalase produk UMKM. Nantinya, berbagai produk unggulan lokal akan dipamerkan secara bergantian agar semakin dikenal masyarakat.
“Mungkin nanti bisa menjadi pusat makanan khas Semarang dalam satu kawasan. Konsepnya masih terus kami matangkan. Yang jelas pasar harus mengikuti apa yang diinginkan pelanggan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengungkapkan bahwa respons pedagang terhadap New PM sangat positif. Tercatat sebanyak 912 pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati kawasan tersebut.
Menurutnya, New PM diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dulu sempat menjadi salah satu ikon perdagangan Kota Semarang.
“Konsepnya tetap mempertahankan identitas Pasar Maling yang sudah dikenal masyarakat selama puluhan tahun. Bedanya, sekarang tampil dengan wajah yang lebih modern dan nyaman,” jelas Aniceto.
Saat ini, tingkat keterisian lapak telah mencapai lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas pedagang yang sudah menempati lokasi bergerak di bidang fesyen dan kuliner.
Ke depan, seluruh area di lantai dua, tiga, hingga empat akan diisi secara bertahap sehingga kawasan New PM benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi dan wisata belanja baru di Kota Semarang.
Dengan konsep yang lebih modern namun tetap mempertahankan identitas lamanya, New PM digadang-gadang menjadi magnet baru yang mampu mengembalikan keramaian Pasar Johar sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih menarik bagi masyarakat. (Red)













Komentar