Bukan Cuma Jadi Gunungan Sampah, TPA Jatibarang Semarang Dibidik Jadi Pabrik Maggot

Pemkot Semarang mengkaji pengolahan sampah organik menjadi maggot untuk pakan ternak. Selain menekan volume sampah, langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

- Penulis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: kompas.com)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: kompas.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, tak cukup hanya ditumpuk dan ditimbun.

Pemerintah Kota Semarang kini menjajaki cara lain: mengolah sampah organik menjadi maggot yang punya nilai ekonomi.

Gagasan ini dibahas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama formulator biodekomposer Mangontang Simanjuntak di Balai Kota Semarang, Senin (19/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu rencana yang mengemuka adalah membangun unit produksi maggot terpusat di kawasan TPA Jatibarang.

Jika terealisasi, sampah organik yang selama ini menjadi persoalan bisa diolah menjadi sumber pakan alternatif untuk peternakan ayam dan sektor perikanan.

Artinya, sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari rantai ekonomi produktif.

Sampah Diolah, Maggot Jadi Produk Bernilai

Maggot merupakan larva lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan organik tertentu. Larva ini bisa digunakan sebagai pakan alternatif bagi ayam dan ikan.

Pemkot Semarang ingin mengembangkan konsep tersebut dalam skala terpusat. Dengan begitu, pengolahan sampah organik diharapkan lebih terarah, sementara maggot yang dihasilkan memiliki calon pengguna yang jelas.

Agustina bahkan membayangkan hasil produksi maggot dapat disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan ayam.

Baca Juga :  Heritage Forum CAMSR Dorong Pendirian Museum Maritim Laksamana Ceng Ho di Semarang

Skema ini diharapkan menghubungkan pengelolaan sampah dengan pengembangan usaha peternakan warga.

“Kalau TPA Jatibarang itu bisa jadi pabrik maggot, maka kita bisa menciptakan offtaker untuk mengirimkan maggot ini kepada minimal orang-orang yang selama ini diberi bantuan ayam,” ujar Agustina.

Offtaker merupakan pihak yang menyerap atau membeli hasil produksi. Keberadaan pasar dinilai penting agar pengolahan sampah tidak berhenti sebagai program lingkungan, tetapi juga berpeluang memberikan manfaat ekonomi.

Tak Mau Bergantung pada APBD

Tantangan berikutnya adalah pembiayaan dan keberlanjutan operasional. Menurut Agustina, pengembangan fasilitas pengolahan sampah perlu melibatkan banyak pihak agar tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya ingin membiasakan bahwa creative financing membuat kita tidak harus menggunakan APBD. Kita bisa menggerakkan banyak pihak,” katanya.

Pendekatan ini membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak lain yang memiliki teknologi maupun sumber daya untuk mendukung pengolahan sampah.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan persiapan sarana, pengujian teknologi, serta skema kerja sama yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Biodekomposer Ikut Dilirik

Selain produksi maggot, Pemkot Semarang juga membahas pemanfaatan biodekomposer untuk membantu proses penguraian sampah organik.

Teknologi ini turut dijajaki untuk mendukung penanganan bau dan limbah cair di tempat penampungan sementara (TPS) maupun TPA Jatibarang.

Baca Juga :  Kota Besar Tak Bisa Santai! Agustina Ungkap Krisis Pangan Jadi Tantangan Serius Semarang

Cairan lindi, yakni cairan yang terbentuk ketika air meresap melalui timbunan sampah, juga dibahas untuk kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan pupuk hayati.

Jika pengujian dan penerapannya berjalan sesuai harapan, pengolahan sampah dapat terhubung dengan kebutuhan sektor pertanian.

Meski demikian, efektivitas dan keamanan pemanfaatannya tetap perlu dipastikan melalui pengujian yang sesuai.

Pekerjaan Rumahnya Bukan Sekadar Mengolah Sampah

Mangontang Simanjuntak menilai pengelolaan sampah perlu memberikan manfaat nyata agar masyarakat terdorong ikut terlibat.

Sampah organik rumah tangga, menurutnya, berpotensi menjadi bahan baku kegiatan produktif apabila tersedia sistem pengolahan dan pasar bagi hasilnya.

Tantangannya adalah memastikan sampah organik dipilah dengan baik, fasilitas pengolahan berjalan konsisten, serta hasil produksi benar-benar terserap oleh pengguna.

Karena itu, gagasan menjadikan TPA Jatibarang sebagai pusat produksi maggot masih membutuhkan langkah lanjutan sebelum dapat diwujudkan secara optimal.

Jika dirancang dengan matang, pendekatan ini berpotensi menghadirkan manfaat ganda: mengurangi sampah organik yang harus ditangani sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis lingkungan.

Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari banyaknya maggot yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa efektif sampah berkurang dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang
ESDM Sudah Sambangi Pemkab Semarang, Surat Geotermal Belum Jelas
Pagar Nusa Jangan Kehilangan Ruh Dakwah, Kiai Ubaid Ingatkan Kader Jaga Jati Diri
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geothermal Dikaji Ulang, Jangan Abaikan Nasib Warga!
Ahmad Luthfi Ditangkap KPK, Buntut OTT Bupati Klaten: Simak Selengkapnya!
Kendal Punya Modal Wisata dari Kuliner hingga Seni Budaya, Ekraf Jadi Andalan!
Solo dan Pekalongan Makin Hits! Kota Kreatif UNESCO Ini Diserbu Jutaan Penumpang Kereta
Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bukan Cuma Jadi Gunungan Sampah, TPA Jatibarang Semarang Dibidik Jadi Pabrik Maggot

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:43 WIB

ESDM Sudah Sambangi Pemkab Semarang, Surat Geotermal Belum Jelas

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pagar Nusa Jangan Kehilangan Ruh Dakwah, Kiai Ubaid Ingatkan Kader Jaga Jati Diri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:12 WIB

PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geothermal Dikaji Ulang, Jangan Abaikan Nasib Warga!

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Diplomasi Kuliner Indonesia Menggoyang Tver, UMKM Bidik Pasar Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:28 WIB