SUARAMUDA.NET, TVER, RUSIA — Kuliner bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga bisa menjadi jembatan diplomasi dan pintu masuk ke pasar internasional. Semangat inilah yang mewarnai Festival Diplomasi Kuliner Indonesia di Kota Tver, Rusia, pada 17 Oktober 2026.
Digelar oleh Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Rusia bersama Pemerintah Oblast Tver, Administrasi Kota Tver, dan ANO Center Media Industry, festival ini mempertemukan unsur pemerintah, diplomat, pelaku usaha, akademisi, serta komunitas kreatif Indonesia dan Rusia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas), sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif, perdagangan, budaya, dan pariwisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Oblast Tver, Vitaly Korolev, menilai festival ini bukan sekadar perayaan gastronomi. Berbagai kegiatan yang menggabungkan pertunjukan budaya, mencicipi kuliner, lokakarya, dan perundingan bisnis dinilai mampu memperkuat persahabatan kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Dukungan serupa disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melalui pesan video. Keduanya menyoroti potensi kuliner sebagai sarana promosi budaya sekaligus pengembangan jejaring bisnis Indonesia di pasar global.
UMKM Indonesia Unjuk Gigi di Pasar Rusia
Salah satu agenda utama festival adalah bazar Indonesia Taste Market & Tver Table yang memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada masyarakat Rusia.
GEKRAFS Kota Batu membawa beragam produk, mulai dari kopi green bean, aksesori etnik, keripik kentang, hingga kain batik.
GEKRAFS Daerah Istimewa Yogyakarta mempromosikan kopi dan potensi pariwisata daerah, sedangkan KADIN Jawa Timur memperkenalkan rempah-rempah serta berbagai komoditas lainnya.
Pengunjung juga dapat menikmati kuliner Indonesia yang disajikan Café Indonesia Kalpataru dari Saint Petersburg bersama diaspora Indonesia.
Bazar ini turut menghadirkan hidangan khas Kota Tver sebagai ruang pertukaran cita rasa kedua negara.
Selain bazar, festival diramaikan penampilan musik rakyat Rusia, pertunjukan pencak silat, pameran buku tentang Indonesia, serta jamuan kuliner.
Peserta juga berkesempatan mengunjungi pabrik kopi OOO Millfoods di Tver untuk mengenal potensi industri kopi setempat.
Perluas Jejaring Bisnis hingga Penandatanganan MoU
Tak berhenti pada promosi budaya, festival ini juga menjadi ruang penjajakan kerja sama ekonomi. Diskusi panel di Perpustakaan Ilmiah Universal Oblast Tver A.M. Gorky membahas peluang kolaborasi Indonesia–Rusia di sektor ekonomi, perhotelan, dan pariwisata.
Diskusi menghadirkan perwakilan diplomatik, kamar dagang, lembaga pendukung ekspor, pelaku industri kopi, hingga investor sektor restoran.
Forum ini diharapkan mempertemukan kebutuhan pasar dengan peluang usaha yang dapat dikembangkan bersama.
Langkah konkret turut ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPLN GEKRAFS Rusia dengan ANO Center Media Industry, Alliance B2B ASEAN, dan pelaku usaha merek Rusia VARGGRAAD.
Kerja sama juga dijalin Café Indonesia Kalpataru di Saint Petersburg dengan Besançon Coffee Shop di Tver.
Ketua DPLN GEKRAFS Rusia, Andre Septiyanto, mengapresiasi dukungan pemerintah dan para mitra yang membantu menyukseskan festival.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi pelaku ekonomi kreatif daerah untuk memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar internasional.
Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar RI di Moskow, Hartyo Harkomoyo, turut menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral melalui keterlibatan dunia usaha dan masyarakat.
Selain ekonomi kreatif, energi, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bidang yang berpotensi dikembangkan bersama.
Festival ini mendapat dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri sebagai mitra resmi, serta sejumlah mitra pendukung dari sektor bisnis, media, perhotelan, dan komunitas kreatif.
Ke depan, peluang penyelenggaraan festival industri kreatif berskala besar di Oblast Tver serta penjajakan kerja sama kota kembar (sister city) antara wilayah Rusia dan pemerintah daerah di Indonesia turut menjadi agenda pengembangan.
Melalui perpaduan kuliner, budaya, dan jejaring bisnis, Festival Diplomasi Kuliner Indonesia di Tver diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi sesaat.
Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi pijakan bagi perluasan pasar UMKM, penguatan ekonomi kreatif, dan kemitraan Indonesia–Rusia yang berkelanjutan. (Red)
















Komentar