Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks

Lewat pendampingan literasi digital, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Serang mengajak masyarakat membangun kebiasaan cek fakta sebelum menyebarkan informasi di WhatsApp dan media sosial.

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SERANG — Jempol memang bisa bergerak dalam hitungan detik. Namun, kalau informasi yang dibagikan ternyata hoaks, dampaknya bisa merembet ke mana-mana.

Mulai dari bikin keluarga panik, memicu salah paham antartetangga, hingga merusak kerukunan warga.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kebiasaan mengecek kebenaran berita sebelum menekan tombol forward menjadi semakin penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi, aplikasi pesan instan seperti WhatsApp sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, dari kalangan anak muda hingga orang tua.

Sayangnya, kemudahan berbagi informasi belum selalu diimbangi kemampuan memilah fakta dan kabar palsu.

Pesan dengan judul provokatif, narasi yang bikin panik, atau ajakan untuk segera menyebarkan informasi kerap diteruskan begitu saja tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pamulang Serang, menghadirkan pendampingan literasi digital bagi masyarakat di Kelurahan Kedaleman.

Bukan Sekadar Bisa Pakai Gawai

Melalui program bertajuk “Pendampingan Bijak Bermedia Sosial dan Pencegahan Berita Hoax pada Kalangan Masyarakat di Kelurahan Kedaleman”, mahasiswa mengajak warga lebih kritis saat menerima maupun membagikan informasi.

Tim pengabdian ini dipimpin Viky Ramadhan, bersama Syekhul Hiqni Salam, Muhammad Danish Affarel Tanjung, dan Nayla Syakhila Nurfaiza. Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan dosen Ahmad Syukri, S.I.P., M.I.P.

Baca Juga :  Dilantik Jadi Rektor Unwahas 2025-2029, Prof Helmy Siapkan Jurus 5 Pilar Pengembangan Kampus

Pendampingan dirancang dengan pendekatan partisipatif. Alih-alih menggunakan metode pembelajaran yang kaku, mahasiswa mengedepankan dialog terbuka, diskusi santai, dan pembahasan contoh pesan yang beredar di masyarakat.

Lewat cara ini, warga diajak mengenali tanda-tanda informasi mencurigakan. Misalnya, pesan dari sumber yang tidak jelas, penggunaan kata-kata berlebihan untuk memancing emosi, hingga desakan agar informasi segera diteruskan ke banyak orang.

Peserta juga diperkenalkan pada langkah-langkah sederhana untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Pesan utamanya jelas: jangan buru-buru percaya, jangan langsung menyebarkan, dan biasakan cek fakta.

Hoaks Bisa Ganggu Kerukunan Warga

Berita bohong bukan sekadar persoalan di dunia maya. Ketika informasi yang keliru masuk ke grup keluarga, lingkungan RT, atau komunitas warga, dampaknya bisa terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahpahaman dapat berkembang menjadi keresahan, saling curiga, bahkan konflik antarwarga. Karena itu, membangun kecakapan digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab dalam berkomunikasi.

Seseorang yang terbiasa memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya turut membantu menjaga ruang digital tetap sehat. Sebaliknya, satu pesan yang diteruskan tanpa verifikasi berpotensi memperpanjang rantai penyebaran kabar palsu.

Baca Juga :  Ibu-ibu di Ciasmara Antusias Ikuti Workshop Gizi Seimbang: Belajar MPASI Sampai Tips Anti-GTM!

Pendampingan ini menjadi pengingat bahwa setiap pengguna media sosial punya peran dalam menentukan kualitas informasi yang beredar di lingkungannya.

Literasi Digital Harus Membumi

Membangun masyarakat yang bijak bermedia digital tentu tidak bisa dilakukan dalam semalam. Dibutuhkan kebiasaan yang terus dipraktikkan serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Melalui kegiatan di Kelurahan Kedaleman, mahasiswa Universitas Pamulang Serang mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif agar warga lebih cermat menghadapi banjir informasi.

Harapannya, literasi digital tidak berhenti sebagai teori di ruang kuliah, tetapi benar-benar menjadi keterampilan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, melawan hoaks tidak selalu harus dimulai dengan teknologi canggih. Terkadang, langkah paling sederhana justru menjadi yang paling penting: berhenti sejenak, periksa sumbernya, bandingkan informasinya, lalu putuskan apakah kabar tersebut layak dibagikan.

Jadi, sebelum menekan tombol forward, pastikan dulu kebenarannya. Jempol boleh cepat, tetapi pikiran harus tetap cermat. (Red)

Penulis: Viky Ramadhan, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang Serang

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan
Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang
Bawa Nama Indonesia ke Rusia! UNU Yogyakarta Tampil di Forum Dialog Budaya Dunia Islam
Ketua Panitia: Hari Santri Nasional Jadi Momentum Menumbuhkan Kebanggaan sebagai Santri
DPM Unwahas Gelar Training Legislatif, Siapkan Legislator Muda yang Kritis dan Kolaboratif
8.093 Residu PTSL Belum Tuntas, BEM PTMA Zona III Jakarta Desak DPRD Kawal Kepastian Hukum Warga
Direktur Sino-Nusantara Institute Temui Mao Ning di Beijing, Perkuat Diplomasi Indonesia–Tiongkok
HIMPASS PAI UIN Sunan Kalijaga Kenalkan Pengurus Baru, Bawa Semangat Satu Ukhuwah!
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Bawa Nama Indonesia ke Rusia! UNU Yogyakarta Tampil di Forum Dialog Budaya Dunia Islam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Ketua Panitia: Hari Santri Nasional Jadi Momentum Menumbuhkan Kebanggaan sebagai Santri

Berita Terbaru

Ilustrasi Lowongan Kerja. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

73 Persen Ekonom Soroti Lapangan Kerja RI, Anak Muda Makin Waswas?

Senin, 26 Okt 2026 - 10:28 WIB

KILAS GLOBAL

Diplomasi Kuliner Indonesia Menggoyang Tver, UMKM Bidik Pasar Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:28 WIB