SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Perjalanan sebuah pesantren bukan sekadar tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh dalam diri para santri.
Semangat inilah yang mewarnai peringatan milad ke-3 Pondok Pesantren (PP) Fi Zhilalil Qur’an di Sukopuro, Kwaron, Diwek, Jombang, Kamis (5/2/2026).
Mengusung semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, peringatan milad tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara santri dan alumni sekaligus mensyukuri perjalanan pesantren dalam pendidikan keagamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara berlangsung dengan penampilan banjari sebagai praacara, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari ketua panitia, ketua pondok, dan Khodimul Ma’hhad
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui pemotongan tumpeng, mauidhoh hasanah, doa bersama, foto bersama, dan ramah tamah.
Salah seorang santri, Muhammad Nasik Akmaluddin, menilai kesederhanaan acara tidak mengurangi semangat para santri dalam menyukseskan peringatan tersebut.
Menurutnya, kerja sama dan kekompakan menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana milad.
Ia berharap PP Fi Zhilalil Qur’an terus berkembang serta mampu melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak baik dan kepedulian terhadap sesama.
Menghafal Al-Qur’an, Menguatkan Komitmen
Pesan mendalam juga mengemuka dalam mauidhoh hasanah yang menekankan pentingnya kesungguhan dan pengorbanan bagi seorang penghafal Al-Qur’an.
Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar menyelesaikan target hafalan. Proses tersebut membutuhkan kedisiplinan, komitmen, dan kesediaan menjaga tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Memasuki usia ketiga, PP Fi Zhilalil Qur’an diharapkan semakin berkembang sebagai ruang pendidikan yang menumbuhkan generasi berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kebersamaan santri dan alumni pun menjadi modal penting untuk menjaga tradisi keilmuan sekaligus memperkuat kontribusi pesantren bagi masyarakat. (Red)
Penulis: Mohammad Diaz Evangga, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang













Komentar