SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Prabowo kembali mengingatkan pentingnya persatuan nasional.
Pesan untuk saling mendukung dan mengasihi ini relevan bagi kita semua, terutama generasi muda yang hidup berdampingan dengan dunia digital.
Media sosial memang memberi ruang untuk berekspresi dan menyampaikan kritik. Namun, jangan sampai kita mudah tergiring DFK (Divide, Fracture, and Keep) memecah belah, memperdalam perpecahan, lalu mempertahankan kondisi tersebut dengan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum utuh atau narasi yang sengaja memainkan emosi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Coba lihat kehidupan kita sehari-hari. Kita masih bisa kuliah, bekerja, nongkrong bersama teman, berolahraga, berlibur, dan berkumpul dengan keluarga dalam suasana relatif damai.
Hal-hal sederhana ini mungkin terasa biasa, tetapi kedamaian adalah sesuatu yang sangat berharga. Di berbagai belahan dunia, perang telah merenggut nyawa, memisahkan keluarga, dan menghancurkan masa depan generasi muda.
Bukan berarti kita harus menutup mata terhadap persoalan bangsa. Kritik tetap penting, perbedaan pendapat tetap diperlukan. Namun, kita bisa kritis tanpa membenci dan berbeda pandangan tanpa harus bermusuhan.
Persatuan adalah modalitas utama bangsa untuk membangun masa depan. Kita tidak harus selalu sepakat untuk bisa berjalan bersama.
Jangan sampai kita terlalu sibuk memenangkan perdebatan di dunia maya, sampai lupa menjaga kedamaian di dunia nyata.
Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari rawat perbedaan, jaga persaudaraan, dan gunakan media sosial untuk membangun, bukan memecah belah. Boleh berbeda, jangan terpecah. Jaga Indonesia. Jaga persatuan. (Red)
—
Penulis: Ayu Hendranata













Komentar