Ribuan Warga Terpukau! Wayang Kulit Jadi Magnet di Hari Jadi ke-116 Jombang

Tampil di Jombang Fest 2026, pertunjukan wayang kulit dan karawitan menjadi ajang hiburan sekaligus upaya melestarikan budaya Jawa agar tetap dekat dengan generasi muda

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Alunan gamelan berpadu dengan kisah pewayangan sukses menyedot perhatian warga di Alun-alun Jombang, Kamis (22/10/2026) malam.

Ribuan warga tampak antusias menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang.

Bukan sekadar hiburan, pagelaran ini juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya Jawa perlu terus dirawat agar tidak tergerus zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di panggung Jombang Fest 2026, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jombang yang dipimpin Yuliati Nugrahani Warsubi turut memeriahkan acara melalui penampilan wayang kulit dengan Ki Dalang Muhammad Pamungkas Prasetya Bayu Aji, serta grup karawitan Laras Kinanthi.

Perpaduan seni pedalangan dan iringan gamelan menghadirkan suasana khas Jawa di tengah kemeriahan perayaan hari jadi kabupaten. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Latihan Sebulan untuk Tampil Maksimal

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jombang, Anom Antono, mengungkapkan bahwa penampilan karawitan Laras Kinanthi merupakan hasil latihan intensif selama kurang lebih satu bulan di Gedung Kesenian Jombang.

Baca Juga :  Program Magister Ilmu Politik Unwahas Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2024/2025

Menurutnya, anggota TP PKK Kabupaten Jombang menjalani latihan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Konsistensi tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka menyuguhkan penampilan yang memikat penonton.

“Penampilan yang luar biasa ini merupakan buah dari latihan yang konsisten dan kesungguhan ibu-ibu TP PKK Kabupaten Jombang,” ujar Anom.

Pagelaran tersebut diselenggarakan oleh Dikbud Kabupaten Jombang melalui Bidang Kebudayaan sebagai bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati seni tradisional sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya daerah.

Bukan Cuma Tontonan, tetapi Warisan yang Harus Dijaga

Apresiasi juga datang dari Farid Assyaifi, salah satu penggemar wayang kulit yang hadir dalam pagelaran tersebut. Ia menilai pertunjukan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga eksistensi budaya Indonesia.

“Sebagai masyarakat Jombang, tentunya di hari jadi ke-116 ini saya sangat menjunjung tinggi budaya Indonesia. Saya sebagai penggemar wayang kulit sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan diadakannya pagelaran wayang kulit,” kata Farid.

Menurut Farid, kehadiran wayang kulit dalam rangkaian Jombang Fest 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kesenian tradisional secara langsung.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Pameran! 80 Stan UMKM Ramaikan Hari Jadi ke-116 Jombang

Ia berharap dukungan terhadap seni pewayangan terus ditingkatkan, termasuk melalui apresiasi kepada para seniman yang selama ini menjaga keberlangsungannya.

“Saya sangat bahagia sebagai penggemar wayang kulit. Saya juga berharap Bapak Bupati memberikan perhatian lebih terhadap budaya wayang kulit dan terus mendorong pelestariannya,” ujarnya.

Farid juga berharap pagelaran semacam ini dapat terus digelar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya sekaligus menyemangati para pelaku seni.

Menurutnya, antusiasme penonton menjadi salah satu alasan penting untuk terus memberikan ruang bagi kesenian tradisional di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau seniman, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Sebab, selama masih ada ruang untuk tampil dan generasi baru yang mau mengenalinya, wayang kulit akan tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya Jawa. (Red)

Penulis: Endang Fakinah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Sound Horeg di Jombang Bawa Berkah, UMKM Lokal Ikut Ketiban Rezeki
Tiga Tahun Fi Zhilalil Qur’an: Merawat Kebersamaan, Menguatkan Cinta Al-Qur’an
Ratusan Karya Seni Bikin Takjub! ARTSUBS 2026 Ajak Pengunjung Menembus Batas Imajinasi
Pesan Prabowo: Bersatu demi Rakyat, Damai dalam Pancasila, Saling Mendukung dan Mengasihi
COKI & The Blur Ambience Hadirkan “Matahari”, Lagu tentang Ambisi dan Perjuangan
Sun Thai Street Food Hadir di Bravo Jombang, Berburu Kuliner Thailand Tak Perlu Jauh-Jauh!
Grace Amanda Raih Anak Indonesia Awards 2026, Terus Bersinar di Dunia Musik
Pameran “DARI SEMARANG KITA MULAI” Mengajak Publik Meninjau Kembali Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Karnaval Sound Horeg di Jombang Bawa Berkah, UMKM Lokal Ikut Ketiban Rezeki

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Tiga Tahun Fi Zhilalil Qur’an: Merawat Kebersamaan, Menguatkan Cinta Al-Qur’an

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Ribuan Warga Terpukau! Wayang Kulit Jadi Magnet di Hari Jadi ke-116 Jombang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Ratusan Karya Seni Bikin Takjub! ARTSUBS 2026 Ajak Pengunjung Menembus Batas Imajinasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Pesan Prabowo: Bersatu demi Rakyat, Damai dalam Pancasila, Saling Mendukung dan Mengasihi

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Diplomasi Kuliner Indonesia Menggoyang Tver, UMKM Bidik Pasar Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:28 WIB