SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Perayaan hari jadi daerah bukan cuma soal panggung hiburan dan kemeriahan acara. Ada peluang ekonomi yang ikut bergerak ketika produk lokal mendapat ruang untuk tampil dan dikenal lebih luas.
Semangat itulah yang mewarnai UMKM Expo dalam rangkaian Jombang Fest 2026. Sebanyak 80 stan UMKM meramaikan Alun-Alun Jombang pada 20–24 Oktober 2026, menghadirkan beragam produk usaha lokal kepada masyarakat.
Digelar selama lima hari, pameran ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan calon pembeli, sekaligus memperluas jangkauan pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang yang jatuh pada 21 Oktober 2026. Tahun ini, Jombang Fest mengusung tema “Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berdaya”, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup olahraga, seni budaya, kegiatan religi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bukan Cuma Meriah, UMKM Juga Perlu Ruang Promosi
Bagi pelaku usaha kecil, memperkenalkan produk kepada masyarakat menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab. Kehadiran pameran seperti UMKM Expo membuka kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon pelanggan tanpa harus mengandalkan promosi melalui media sosial atau penjualan daring.
Salah satu panitia, Noufal, mengatakan UMKM Expo sengaja dihadirkan untuk memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, Jombang Fest diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
Dengan adanya pameran ini, produk lokal memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Di sisi lain, masyarakat juga bisa mengenal beragam produk yang dihasilkan pelaku usaha di daerahnya sendiri.
Peluang Penjualan Tak Selalu Sama
Antusiasme mengikuti pameran tentu dibarengi harapan agar produk yang ditawarkan semakin dikenal dan penjualan meningkat.
Siti, salah satu peserta UMKM Expo, menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung sekaligus menjaring calon pembeli baru.
Namun, ia mengakui hasil penjualan setiap peserta tidak selalu sama. Perbedaan jenis produk dan minat pengunjung menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi hasil penjualan selama pameran berlangsung.
Karena itu, manfaat mengikuti expo tidak semata-mata diukur dari jumlah produk yang terjual. Kesempatan membangun relasi dengan pelanggan, memperkenalkan merek, serta memperoleh respons langsung dari pasar juga menjadi pengalaman berharga bagi pelaku usaha.
Siti berharap UMKM Expo dapat kembali digelar pada kesempatan berikutnya. Ia juga menginginkan promosi yang lebih luas, fasilitas yang memadai, serta dukungan lebih besar bagi para peserta agar kegiatan serupa memberikan manfaat yang semakin optimal.
Setelah Expo, Apa Langkah Berikutnya?
UMKM Expo menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan produk lokal dengan masyarakat. Namun, menjaga agar usaha terus berkembang tentu membutuhkan langkah berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan berakhir.
Promosi digital, peningkatan kualitas produk, kemasan yang menarik, dan perluasan jaringan pemasaran dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Dukungan penyelenggara juga berpotensi memperkuat manfaat kegiatan melalui promosi peserta yang lebih terarah dan fasilitas pameran yang memadai.
Pada akhirnya, kemeriahan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang akan terasa lebih bermakna ketika perayaan tidak berhenti pada hiburan, tetapi turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya dan mengembangkan usaha.
Melalui UMKM Expo dalam rangkaian Jombang Fest 2026, produk lokal mendapat panggung untuk unjuk potensi. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang itu dapat berlanjut menjadi langkah nyata menuju UMKM yang semakin dikenal, berkembang, dan berdaya saing. (Red)
Penulis: Muhammad Fahrur Rozi, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang













Komentar