SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Saat sebagian besar warga masih terlelap, kobaran api melalap puluhan lapak di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (22/10/2026) dini hari. Sebanyak 54 lapak di Blok W hingga Z hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan deretan lapak di bagian depan pasar, dekat pintu masuk utama dari arah utara Jalan Raya Jombang–Gudo.
Api dengan cepat merambat dari satu lapak ke lapak lainnya. Material bangunan yang didominasi kayu dan tripleks, ditambah barang dagangan berupa pakaian, membuat kobaran api mudah membesar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Pasar Cukir, Ulik Kholifah, mengatakan dirinya menerima kabar kebakaran sekitar pukul 00.30 WIB lebih. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran sudah berupaya menjinakkan api.
“Saya sendiri kurang tahu bagaimana awal kejadiannya. Saya dikabari teman pasar sekitar setengah satu lebih. Saya ke sini jam dua-an, sudah ada tiga unit damkar yang memadamkan api di Blok W, X, dan Y,” ujarnya.
Menurut Ulik, proses pemadaman juga dibantu dengan pemanfaatan air sungai oleh pihak kelurahan. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga jam proses penanganan.
Ia menjelaskan, terdapat tiga blok lapak yang terbakar, masing-masing terdiri atas 18 lapak. Dengan demikian, total lapak yang terdampak mencapai 54 unit.
“Rata-rata di dalamnya jualan pakaian, jadi api lebih cepat menghanguskan,” katanya.
Pedagang Kehilangan Barang Dagangan
Kebakaran tersebut menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha sekaligus barang dagangan mereka.
Salah satunya Munjanah. Ia mengaku mendapat kabar kebakaran melalui telepon sekitar pukul 01.30 WIB. Saat tiba di pasar, api sudah membesar sehingga dirinya tidak bisa masuk ke area lapak.
“Setengah satu atau setengah dua saya ditelepon orang, diberi tahu lapaknya kebakaran. Saya ke sini, apinya sudah besar sekali, tidak bisa masuk,” kenangnya.
Munjanah mengaku terkejut dan hanya bisa pasrah menerima musibah tersebut.
“Ya, semuanya kaget. Cuma dikembalikan lagi kepada Allah. Allah yang menentukan nasib kita semuanya,” tuturnya lirih.
Ia mengatakan, barang dagangannya baru saja diisi sebelum kebakaran terjadi. Untuk tiga toko yang dimilikinya, nilai barang yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Barangnya masih penuh. Kalau dirupiahkan, kira-kira bisa mencapai seratusan juta, untuk tiga toko,” ungkapnya.
Menunggu Perbaikan Pasar
Pasca-kebakaran, pengelola Pasar Cukir masih melakukan pendataan terhadap lapak-lapak yang terbakar. Koordinator pasar menjelaskan bahwa pihaknya bertugas mendata kerusakan, sedangkan penggantian kerugian material bagi pedagang tidak tersedia.
Ulik berharap perbaikan instalasi listrik dan bangunan pasar segera dilakukan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.
“Kalau kami hanya mendata saja. Untuk pengembalian kerugian tidak ada. Saya berharap mudah-mudahan secepatnya ada perbaikan saluran listrik dan bangunannya,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan area Blok W hingga Z menyisakan rangka besi dan atap seng yang meleleh akibat panas api. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kebakaran. Bau sisa pembakaran masih menyengat di area pasar.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, penyebab kebakaran dan nilai total kerugian seluruh pedagang belum diketahui. (Red)
Penulis: Endang Fakinah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang













Komentar