Indonesia Ngebut Masuk Panggung AI Dunia, Siap Ikut Tentukan Aturan Main Global

Lewat WAICO, Indonesia ingin ikut menentukan aturan main kecerdasan buatan dunia, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai menghadiri acara KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Graha Sawala, Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, 10 Juli 2026. Tempo/Mutia Yuantisya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai menghadiri acara KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Graha Sawala, Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, 10 Juli 2026. Tempo/Mutia Yuantisya

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Persaingan global kini tak lagi hanya soal ekonomi atau geopolitik. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjelma menjadi arena baru perebutan pengaruh dunia.

Di tengah kompetisi tersebut, Indonesia menegaskan siap mengambil peran penting dalam menyusun tata kelola AI di tingkat internasional.

Komitmen itu diwujudkan melalui keterlibatan Indonesia dalam World AI Cooperation Organization (WAICO), sebuah inisiatif kerja sama internasional yang mendorong pengembangan dan tata kelola AI secara inklusif, aman, dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keikutsertaan Indonesia di WAICO dinilai menjadi langkah strategis agar bangsa ini tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global, tetapi juga ikut menentukan arah kebijakan dan standar internasional di masa depan.

Baca Juga :  Langkah Strategis Semarang Gabung Aliansi Kota Jalur Sutra

Di era ketika AI semakin memengaruhi sektor pendidikan, industri, kesehatan hingga pemerintahan, keterlibatan dalam forum global menjadi semakin penting.

Indonesia ingin memastikan bahwa kepentingan negara berkembang ikut diperhitungkan dalam penyusunan regulasi dan etika penggunaan AI.

Melalui WAICO, Indonesia juga berpeluang memperluas kolaborasi dengan berbagai negara dalam bidang riset, inovasi teknologi, pengembangan talenta digital, hingga investasi sektor kecerdasan buatan.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Baca Juga :  Kabar Baik, Wali Kota Semarang 'Traktir Pendidikan Gratis' pada 41 SMP Swasta di Kota Semarang

Selain mendorong inovasi, pemerintah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan AI dengan perlindungan terhadap keamanan data, privasi masyarakat, serta prinsip etika.

Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat yang adil dan bertanggung jawab bagi masyarakat luas.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam WAICO menjadi sinyal bahwa negara ini ingin naik kelas dalam ekosistem AI global. Bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan ikut membentuk masa depan tata kelola AI dunia bersama komunitas internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB