SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Keramaian karnaval sound horeg di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, bukan cuma menjadi hiburan bagi masyarakat.
Di balik riuhnya musik dan padatnya pengunjung, ada peluang ekonomi yang ikut dinikmati para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Digelar pada 17 Oktober 2026, kegiatan tersebut dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk mengais rezeki dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam produk makanan dan minuman ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang datang menyaksikan karnaval.
Bagi warga setempat, keramaian seperti ini menjadi kesempatan untuk menjajal usaha sekaligus menambah pemasukan. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar membuka ruang bagi pedagang untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli dibandingkan hari biasa.
Salah seorang pedagang UMKM, Riski Surya, mengungkapkan bahwa kegiatan karnaval memberikan dampak positif terhadap pendapatan pedagang.
Meski peningkatannya tidak selalu jauh berbeda dibandingkan dengan acara lain, kesempatan berjualan tetap menjadi keuntungan tersendiri bagi warga sekitar.
“Event seperti ini sangat mengangkat pendapatan UMKM, meskipun selisih pendapatan tidak terlalu banyak dengan event yang lain, tetapi warga setempat juga mendapatkan peluang untuk berjualan,” ujar Riski.
Menurut Riski, manfaat kegiatan semacam ini tidak hanya dirasakan pedagang yang sudah rutin berjualan. Warga setempat juga memperoleh kesempatan untuk membuka lapak dan memanfaatkan momentum keramaian.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan masyarakat berpotensi menghadirkan efek ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Ketika pengunjung berdatangan, kebutuhan terhadap makanan, minuman, dan berbagai produk lainnya ikut menciptakan peluang usaha bagi pedagang lokal.
Bagi UMKM, momentum keramaian menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan menambah pendapatan. Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan usaha skala kecil.
Dengan demikian, karnaval sound horeg di Desa Bulurejo tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari sebuah kegiatan masyarakat. (Red)
Penulis: Muhammad Awrlian Aurel Tino, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng, Jombang















Komentar