Menikah Bukan Balapan! Remaja Bantul Diajak Kenali Kesiapan Diri Sebelum Berumah Tangga

Edukasi dosen Keperawatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta mengajak remaja putri memahami dampak pernikahan dini terhadap kesehatan, psikologis, dan masa depan pendidikan.

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, BANTUL, YOGYAKARTA — Menikah bukan soal siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang benar-benar siap. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan edukasi tentang pernikahan dini di Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bintan Sa’adillah Ar Rosyid, Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang menyasar remaja putri tersebut menjadi ruang belajar untuk memahami bahwa keputusan menikah bukan perkara sederhana.

Ada kesiapan fisik, mental, dan sosial yang perlu dipertimbangkan, termasuk konsekuensinya terhadap pendidikan dan rencana masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edukasi ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dosen Keperawatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Tim tersebut terdiri atas Dwi Yati, Latifah Susilowati, dan Sujono Riyadi.

Dalam pemaparannya, tim mengulas berbagai dampak pernikahan dini, mulai dari risiko kesehatan, tantangan psikologis, hingga kemungkinan terganggunya keberlanjutan pendidikan.

Baca Juga :  7 Kunci Sukses Menjadi Seorang Content Creator, Simak ya!?

Pemahaman tersebut penting agar remaja tidak mengambil keputusan besar hanya karena tekanan lingkungan, tuntutan sosial, atau anggapan bahwa menikah lebih cepat merupakan sebuah pencapaian.

“Menikah bukan perlombaan. Yang terpenting bukan seberapa cepat, tetapi seberapa siap,” ujar Dwi Yati dalam kegiatan tersebut.

Belajar dari Kasus Nyata, Bukan Sekadar Teori

Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi disampaikan melalui presentasi, diskusi, dan pembahasan kasus. Pendekatan interaktif ini mengajak peserta melihat persoalan pernikahan dini melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Para remaja tidak hanya memperoleh informasi mengenai risiko pernikahan dini, tetapi juga diajak mempertimbangkan pentingnya mengenali diri, memahami konsekuensi keputusan, serta menyusun rencana masa depan secara lebih matang.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan pembahasan kasus yang disampaikan oleh tim dosen.

Bagi remaja yang tinggal di lingkungan pesantren dan LKSA, edukasi semacam ini menjadi salah satu upaya memperkuat bekal pengetahuan dalam menghadapi persoalan kehidupan, termasuk ketika berhadapan dengan pilihan untuk menikah.

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi? Santuy, Coba 15 Jurus Alami Ini!

Menyiapkan Masa Depan, Bukan Sekadar Mengejar Status

Melalui kegiatan tersebut, tim berharap para remaja semakin memahami dampak pernikahan dini dan mampu mempertimbangkan kesiapan diri sebelum mengambil keputusan terkait pernikahan.

Pesan yang ingin ditegaskan sederhana: setiap orang memiliki perjalanan hidup dan waktunya masing-masing. Pernikahan tidak semestinya dijadikan ajang perbandingan, apalagi ukuran keberhasilan seseorang pada usia tertentu.

Membangun pemahaman sejak dini menjadi langkah penting agar remaja dapat mengambil keputusan secara sadar, mempertimbangkan berbagai konsekuensi, serta tetap memiliki ruang untuk mengembangkan pendidikan dan potensi diri.

Sebab, masa depan tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menikah, tetapi juga oleh kemampuannya mempersiapkan diri untuk menjalani setiap pilihan hidup dengan bertanggung jawab. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks
Karnaval Sound Horeg di Jombang Bawa Berkah, UMKM Lokal Ikut Ketiban Rezeki
Tiga Tahun Fi Zhilalil Qur’an: Merawat Kebersamaan, Menguatkan Cinta Al-Qur’an
Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan
Ribuan Warga Terpukau! Wayang Kulit Jadi Magnet di Hari Jadi ke-116 Jombang
Ratusan Karya Seni Bikin Takjub! ARTSUBS 2026 Ajak Pengunjung Menembus Batas Imajinasi
Tumplek Blek! Ribuan Mahasiswa Geruduk Gubernuran! Harga Sembako, BBM hingga Proyek Strategis Nasional Jadi Sorotan Mahasiswa di Semarang
Bawa Nama Indonesia ke Rusia! UNU Yogyakarta Tampil di Forum Dialog Budaya Dunia Islam
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Menikah Bukan Balapan! Remaja Bantul Diajak Kenali Kesiapan Diri Sebelum Berumah Tangga

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jangan Asal Forward! Mahasiswa Unpam Ajak Warga Kedaleman Lebih Cerdas Hadapi Hoaks

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Tiga Tahun Fi Zhilalil Qur’an: Merawat Kebersamaan, Menguatkan Cinta Al-Qur’an

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Santri Madrasatul Qur’an Jombang Khidmat Peringati Hari Santri, Kobarkan Semangat Perjuangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Ribuan Warga Terpukau! Wayang Kulit Jadi Magnet di Hari Jadi ke-116 Jombang

Berita Terbaru

Ilustrasi Lowongan Kerja. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

73 Persen Ekonom Soroti Lapangan Kerja RI, Anak Muda Makin Waswas?

Senin, 26 Okt 2026 - 10:28 WIB

KILAS GLOBAL

Diplomasi Kuliner Indonesia Menggoyang Tver, UMKM Bidik Pasar Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:28 WIB