Peran Strategis Ulama di Indonesia Jadi Sorotan Konferensi Internasional Islam di Siberia

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, OMSK, RUSIA — Sebuah konfrensi internasional bertajuk “Siberia – Wilayah Dialog 2025: Islam di Siberia” resmi dibuka pada 2 Oktober di Kota Omsk, Rusia.

Acara yang menghadirkan perwakilan dari berbagai universitas, tokoh spiritual, serta delegasi resmi dari sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah ini, turut menampilkan partisipasi aktif dari Indonesia.

Kehadiran Indonesia di forum strategis ini diwakili oleh Amy Maulana, Pakar Hubungan Indonesia-Rusia dari ANO Center for Mediastrategi, yang juga merupakan Ketua PCINU Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam presentasinya, Amy menyoroti model efektif kemitraan strategis yang terjalin erat antara para teolog serta pemimpin spiritual dengan Pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut, Amy memaparkan bahwa model kemitraan serupa juga mulai diterapkan oleh Pemerintah Rusia dengan para pemuka agama di negaranya.

Baca Juga :  Lompatan Sejarah Ekonomi: Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia Resmi Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Ia menyatakan keyakinannya bahwa model kemitraan strategis semacam inilah yang terbukti sangat efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa, tidak hanya terbatas pada isu-isu keagamaan, tetapi juga tantangan di bidang ekonomi dan politik kontemporer.

Konferensi ini dibuka dengan sambutan dari sejumlah tokoh kunci, antara lain Gubernur Omsk, Vitaly Khotsenko; Metropolitan Dionisiy; Mufti Badan Spiritual Muslim Rusia, Albir Krganov; serta Mufti Badan Spiritual Muslim Siberia, Zulkarnain Shakirizyanov.

Sebuah pesan sambutan dari Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri Gereja Orthodox Rusia, Metropolitan Volokolamsk Antonius, juga dibacakan oleh Pendeta Ilya Kashitsyn.

Dalam sambutannya, Gubernur Khotsenko menekankan bahwa keberagaman suku bangsa adalah kekuatan utama dan keunggulan kompetitif Rusia.

“Wilayah Omsk adalah wilayah yang multinasional dan multiagama. Lebih dari 130 suku bangsa hidup di sini dalam kedamaian dan keselarasan. Dan kami bangga akan hal itu!” tegasnya.

Baca Juga :  Indonesia Pukau Penonton dengan Prosesi Adat Melayu dan Batik di Festival Rusia

Ia juga menyoroti peran aktif komunitas agama dan nasional di Omsk dalam berbagai aksi patriotik dan dukungan kepada para peserta Operasi Militer Khusus serta keluarga mereka.

Mufti Albir Krganov dalam pidatonya menekankan pentingnya memperkuat interaksi antarsuku bangsa dan antaragama, dengan menyebut Islam sebagai agama perdamaian yang bertujuan untuk menangkal xenofobia dan ekstremisme.

Sementara itu, Mufti Zulkarnain Shakirizyanov menyampaikan apresiasi kepada Presiden Vladimir Putin yang dianggapnya melindungi semua agama di Rusia dan berjuang mempertahankan negara dari tekanan negara-negara lain.

Partisipasi Indonesia bersama dengan negara-negara seperti Qatar, Palestina, Nigeria, Kyrgyzstan, Kazakhstan, dan Yaman dalam konferensi ini menegaskan posisinya sebagai mitra dialog yang signifikan, sekaligus mempresentasikan model tata kelola hubungan agama-negara yang harmonis dan konstruktif kepada komunitas internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB