SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Jalanan Prancis kembali memanas. Ribuan demonstran turun ke jalan pada Sabtu (17/10/2026), memprotes mahalnya biaya hidup dan kebijakan pemerintah. Aksi ini berujung bentrokan dengan polisi di sejumlah kota.
Di Lyon, sekelompok pemuda membakar kantor pariwisata. Sementara di Marseille dan Lille, demonstran menerobos gedung pemerintahan dan merusak sejumlah fasilitas. Di Paris, massa juga merusak kaca kantor media dan membakar mobil.

Ketua perwakilan pelajar SMA, Ryad Rani, menegaskan bahwa kemarahan rakyat seharusnya membuat pemerintah waspada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah gemetar, dan memang pantas gemetar,” ujarnya, seperti dikutip AFP.

Protes dipicu lonjakan biaya hidup, inflasi, serta kekecewaan terhadap elite politik. Sebagian demonstran juga menyoroti dugaan kekerasan polisi dalam aksi pelajar sebelumnya.
Gelombang protes ini berlangsung menjelang pemilihan presiden Prancis 2027, ketika tekanan terhadap pemerintahan Emmanuel Macron terus meningkat. (Red)













Komentar