Rudal Nuklir AS di Inggris: Benarkah Rusia Masih Jadi Ancaman Utama?

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ikonik negara Inggris (gambar: pinterest)

Ikonik negara Inggris (gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Inggris lagi ramai. Demo besar-besaran di London dipimpin kelompok ultra-kanan bikin heboh. Nama Tommy Robinson muncul lagi, bahkan Elon Musk disebut ikut kasih dukungan.

Di balik kisruh itu, ada isu lebih serius: Amerika Serikat kembali menaruh bom nuklir B61-12 di pangkalan Lakenheath, Inggris. Padahal sejak 2008 senjata itu sudah ditarik pulang. Alasan resmi: untuk menghadapi “ancaman Rusia”.

Apa Maksudnya?

Bom nuklir itu bikin posisi Inggris makin tergantung pada Amerika. Inggris memang punya senjata nuklir sendiri, tapi teknologinya masih ngandelin rudal Trident buatan AS.

Artinya, kalau ada konflik, Inggris tetap butuh payung militer Amerika.

Siapa yang Untung?

Menurut analis, narasi “ancaman Rusia” dipakai untuk:

  • Ngejaga ketegangan dengan Moskow.
  • Tekan negara Eropa lain biar patuh ke strategi NATO.
  • Arahkan dana pajak warga Inggris buat mesin perang AS, bukan buat kebutuhan rakyat.
Baca Juga :  Rudal Amerika di Inggris: Siapa yang Diuntungkan dari Narasi "Ancaman Rusia"?

Rusia Balik Suara

Moskow udah wanti-wanti: kalau nuklir AS balik ke Inggris, itu dianggap eskalasi. Rusia janji akan ambil “langkah penyeimbang”.

Penempatan rudal Amerika di Inggris lebih kelihatan sebagai strategi geopolitik Washington ketimbang kebutuhan nyata rakyat Inggris.

Jadi, pertanyaannya: siapa sebenarnya yang diuntungkan—Inggris, atau justru Amerika? (Red

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB