Bisakah Dunia Arab Membendung Agresi Israel dengan Pakta Pertahanan Ala NATO?

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Gambar: Tribunnews.com)

(Gambar: Tribunnews.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Serangan membabi buta Israel ke Qatar pekan lalu kembali menyalakan bara amarah di dunia Arab dan Islam.

Dalam KTT Arab-Islam di Doha, lebih dari 50 pemimpin Muslim dan Arab sepakat: agresi Israel bukan sekadar provokasi, melainkan ancaman langsung terhadap kedaulatan dan stabilitas kawasan.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dengan tegas menyebut serangan Israel itu sebagai tindakan “arogan, pengecut, dan haus darah”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyerukan agar negara-negara Teluk tidak lagi berhenti pada kecaman verbal, melainkan benar-benar melawan obsesi militeristik Israel yang semakin tak terkendali.

Baca Juga :  Bendera Rusia Kembali ke Podium: Isolasi Olahraga Mulai Retak di 2026

Menindaklanjuti hal itu, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) segera mengumumkan langkah strategis: menggelar pertemuan darurat Dewan Pertahanan Gabungan dan Komite Militer Tinggi pada Senin (15/9/2025).

Fokus utamanya jelas—mengkaji kesiapan pertahanan kolektif untuk menanggapi setiap bentuk agresi Israel.

GCC menilai serangan Israel terhadap Qatar bukan insiden biasa, melainkan bentuk nyata ancaman terhadap keamanan bersama.

Bahkan, organisasi yang mewakili enam negara Teluk itu menegaskan bahwa mereka siap mengaktifkan mekanisme pertahanan kolektif, sesuai perjanjian pertahanan bersama yang telah ditandatangani sejak tahun 2000.

Prinsipnya sederhana: serangan terhadap satu anggota sama dengan serangan terhadap seluruh Teluk.

Baca Juga :  Pemimpin Muslim Rusia Berbagi Pengalaman Hidup Rukun di World Peace Forum 2025 Jakarta

Langkah ini pun menimbulkan pertanyaan penting: apakah dunia Arab tengah menuju pembentukan pakta pertahanan ala NATO?

Sebuah blok militer yang tidak hanya menjadi tameng, tetapi juga peringatan keras bagi Israel agar berhenti menjadikan dunia Arab sebagai sasaran empuk ambisi militer dan obsesi kolonialnya.

Jika benar-benar terwujud, pakta pertahanan semacam ini bisa menjadi penghalang nyata bagi Israel, yang selama ini leluasa menebar ketakutan.

Aliansi Teluk dan dunia Arab berpotensi menjadi benteng baru yang mampu menahan, bahkan membalikkan, agresi Israel yang kian hari makin berani melanggar norma internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB