SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Solo dan Pekalongan bukan cuma punya kekayaan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia. Dua kota di Jawa Tengah ini masuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) berkat kekuatan seni, kriya, dan tradisi yang terus berkembang.
Daya tarik tersebut berjalan beriringan dengan tingginya mobilitas masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 7.855.198 aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Bandung, Pekalongan, Solo Balapan, dan Malang selama Januari–September 2026. Angka ini naik 8,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di Jawa Tengah, Stasiun Pekalongan mencatat 1.050.509 aktivitas penumpang, meningkat 3,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pekalongan telah menjadi anggota UCCN sejak 2014 melalui kategori Crafts and Folk Art, dengan batik sebagai salah satu identitas utamanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Solo bergabung dalam jaringan kota kreatif UNESCO pada 2023 melalui kategori yang sama. Stasiun Solo Balapan mencatat 2.538.838 aktivitas penumpang sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 11,60 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Selain batik dan kriya, Solo dikenal dengan seni tari, karawitan, wayang, serta beragam pertunjukan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan.
KAI menilai mobilitas menuju kota-kota tersebut didorong beragam kebutuhan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, hingga wisata dan kegiatan budaya.
Meski angka aktivitas stasiun tidak seluruhnya mencerminkan perjalanan wisata, data tersebut menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat menuju kota-kota dengan ekosistem budaya dan ekonomi kreatif yang kuat.
Bagi Solo dan Pekalongan, pengakuan UNESCO bukan sekadar kebanggaan. Potensi budaya yang dikelola secara berkelanjutan juga bisa menjadi modal untuk memperkuat pariwisata, menggerakkan UMKM, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. (Red)













Komentar