SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Pantura Jawa Tengah bakal punya “perisai” raksasa untuk menghadapi rob, abrasi, dan ancaman penurunan muka tanah.
Proyek Giant Sea Wall dirancang membentang sekitar 298 kilometer di sepanjang pesisir Jateng.
Menariknya, jangan bayangkan seluruh tanggul bakal berupa tembok beton. Pemerintah menyiapkan tiga pendekatan perlindungan pantai, menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada kawasan yang membutuhkan tanggul beton, ada yang cukup diperkuat dengan tanggul pantai, dan ada pula wilayah yang ekosistem mangrovenya dipertahankan serta diperkuat sebagai benteng alami. Konsep hybrid juga sudah diterapkan, salah satunya di kawasan Sayung, Demak.
Konsep ini dibuat agar Giant Sea Wall tak sekadar menjadi tembok pemisah laut dan daratan. Perlindungan pesisir tetap harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan karakter wilayah.
Rencana Giant Sea Wall Jateng mencakup sejumlah wilayah Pantura, mulai dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati hingga Rembang.
Sebelumnya, Pemprov Jateng menyebut panjang rencana pembangunan mencapai sekitar 274,7 kilometer, sementara perkembangan desain terbaru menyebut angka sekitar 298 kilometer.
Targetnya jelas: mengurangi ancaman rob, abrasi, penurunan tanah, sekaligus melindungi aktivitas ekonomi dan permukiman warga pesisir.
Jadi, Giant Sea Wall Pantura bukan sekadar proyek beton raksasa. Ini pertarungan panjang melawan laut—dengan teknologi dan alam sama-sama dilibatkan. (Red)













Komentar