Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Pemkab Semarang meminta eksplorasi geothermal dihentikan sementara. Bupati Ngesti Nugraha menegaskan keputusan lanjut atau tidak tetap berada di tangan pemerintah pusat.

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. (Foto: Kompas.com)

Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. (Foto: Kompas.com)

SUARAMUDA.NET, UNGARAN — Polemik rencana eksplorasi geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo belum juga menemukan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Semarang memilih menekan tombol pause, sementara keputusan final proyek panas bumi tersebut disebut berada di tangan pemerintah pusat.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menegaskan Pemkab Semarang tidak akan mengambil alih kajian geothermal secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, rencana pengembangan panas bumi tersebut masuk dalam agenda pemerintah pusat sehingga kewenangan untuk menentukan apakah proyek diteruskan atau dihentikan berada di tingkat pusat.

“Soal nanti dari kajian tersebut proyek akan dilanjutkan atau tidak, merupakan kewenangan dari pemerintah pusat,” kata Ngesti seusai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).

Pemkab Pilih Rem Dulu, Bukan Gaspol

Meski menyerahkan keputusan akhir kepada pemerintah pusat, Ngesti tidak serta-merta membiarkan rencana eksplorasi berjalan.

Pemkab Semarang meminta agar rencana tersebut sementara dihentikan. Alasannya sederhana: masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, sementara pro-kontra di lapangan mulai menghangat.

Dalam rapat koordinasi sebelumnya, Pemkab juga telah menyampaikan kondisi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan meminta agar konsultasi publik dilakukan lebih serius.

Baca Juga :  Didemo Warga, Kades yang Korupsi di Tegal Akui Gunakan Dana Desa: Apa Gegara Jabatannya yang Panjang, Bisa Main Duit Rakyat?

Bagi Ngesti, jangan sampai masyarakat mengambil kesimpulan hanya dari informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan info yang tidak pasti, ini tidak kondusif,” tegasnya.

Warga Butuh Jawaban, Bukan Sekadar Rencana

Rencana geothermal di Gunung Ungaran dan Telomoyo memang bukan isu kecil. Di satu sisi, panas bumi digadang-gadang sebagai sumber energi yang bisa mendukung transisi energi.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan, sumber mata air, aktivitas pengeboran, hingga kawasan yang memiliki nilai budaya.

Karena itu, Pemkab Semarang mendorong adanya konsultasi publik agar warga memperoleh gambaran utuh sebelum proyek melangkah lebih jauh.

Ngesti bahkan menyebut masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan telah diajak melihat langsung pengembangan geothermal di Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya, kunjungan lapangan penting agar masyarakat dapat melihat sendiri seperti apa aktivitas panas bumi dan potensi dampaknya. Pemkab juga membuka kemungkinan melakukan kunjungan ke kawasan geothermal Dieng, Wonosobo.

PLN: Belum Ada Pengeboran

Sementara itu, PT PLN (Persero) menegaskan proyek PLTP Gunung Ungaran masih berada di fase awal.

PLN menyebut rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Artinya, belum ada konstruksi maupun pengeboran yang dilakukan.

Baca Juga :  Pengamat Politik Internasional Unwahas Andi Purwono: Serangan AS-Israel adalah Bukti Unilateralisme

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah Ferdyan Hijrah Kusuma mengatakan PLN menghormati perhatian masyarakat dan sikap Pemkab Semarang.

Pengembangan geothermal, kata dia, akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan hasil kajian serta aturan yang berlaku.

PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, para ahli, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

Bola Kini di Tangan Pemerintah Pusat

Posisi Pemkab Semarang akhirnya cukup jelas: daerah menyampaikan aspirasi, pusat yang menentukan nasib proyek.

Untuk sementara, eksplorasi diminta berhenti. Kajian dan komunikasi publik harus diperkuat. Setelah seluruh informasi dianggap cukup, barulah pemerintah pusat mengambil keputusan mengenai kelanjutan proyek.

Dengan kata lain, geothermal Gunung Ungaran dan Telomoyo belum bisa disebut “jalan”, tetapi juga belum resmi “batal”. Bola masih bergulir—dan kini berada di lapangan pemerintah pusat.

Yang ditunggu masyarakat bukan sekadar janji kajian, melainkan kepastian: apakah panas bumi akan menjadi sumber energi baru bagi Jawa Tengah, atau justru berhenti di meja studi dan konsultasi publik. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB