Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Amelia Anggraini mengajak masyarakat Kebumen mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat toleransi dan melawan hoaks serta ujaran kebencian di era digital.

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, KEBUMEN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kebumen dengan mengusung tema “Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian”.

Kegiatan ini dihadiri warga masyarakat, tokoh masyarakat, serta para kader dan simpatisan partai.

Dalam kegiatan itu, Amelia Anggraini mengajak seluruh peserta tidak sekadar menghafal Empat Pilar Kebangsaan melainkan menghidupkannya dalam praktik sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki sejarah panjang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merawat persatuan di tengah perbedaan,” ujar Amelia.

Menurut Amelia Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar istilah, melainkan fondasi kehidupan Bersama. Pancasila memberikan nilai, UUD 1945 memberikan aturan dasar, NKRI menjadi rumah bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan cara hidup dalam keberagaman.

Baca Juga :  Kadarlusman Kembali Pimpin DPRD Kota Semarang, Siap Kawal APBD 2025?

Menyambut peringatan Hari Perdamaian Internasional setiap 21 September, Amelia menegaskan bahwa perdamaian tidak hanya urusan hubungan antarnegara, melainkan bermula dari keluarga, tetangga, masyarakat.

“Perdamaian adalah kemampuan mengelola perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan. Sering kali perdamaian dimulai dari hal paling sederhana: mau mendengarkan,” tambahnya.

Di era digital saat ini, Amelia menyoroti tantangan baru yang mengancam persatuan seperti penyebaran disinformasi dan hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi yang menyebar lewat gawai.

“Satu informasi bisa tersebar ke ribuan orang dalam hitungan menit, tetapi kecepatan tidak menjamin kebenaran,” kata Amelia.

Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat memegang prinsip “saring sebelum sharing”, menjaga etika komunikasi digital, dan menggunakan teknologi untuk memperkuat persatuan, bukan memperbesar perpecahan.

Amelia juga menekankan bahwa perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil di lingkungan sendiri.

Baca Juga :  Amelia Dorong Bulan Lahir Pancasila untuk Memperkuat Empat Pilar Kebangsaan

Semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, penyelesaian masalah melalui dialog, penguatan pendidikan karakter, serta kepedulian sosial adalah wujud nyata menjaga perdamaian.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Perdamaian dimulai dari diri kita dan Kebumen,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Amelia mengajak seluruh peserta membawa pulang komitmen nyata. Beberapa hal yang dinilai penting seperti menjunjung tinggi Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika, menaati dan menghormati konstitusi, serta mendukung perdamaian dunia melalui sikap yang toleran dan beradab.

“Indonesia akan kuat jika masyarakatnya mampu bersatu meski berbeda. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan Kebumen ini. Berbeda adalah kenyataan. Bersatu adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Cetak Guru Penggerak Kerukunan, FKUB Kota Semarang Libatkan 90 Guru SMP
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB