SUARAMUDA.NET, KEBUMEN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kebumen dengan mengusung tema “Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian”.
Kegiatan ini dihadiri warga masyarakat, tokoh masyarakat, serta para kader dan simpatisan partai.
Dalam kegiatan itu, Amelia Anggraini mengajak seluruh peserta tidak sekadar menghafal Empat Pilar Kebangsaan melainkan menghidupkannya dalam praktik sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki sejarah panjang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merawat persatuan di tengah perbedaan,” ujar Amelia.
Menurut Amelia Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar istilah, melainkan fondasi kehidupan Bersama. Pancasila memberikan nilai, UUD 1945 memberikan aturan dasar, NKRI menjadi rumah bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan cara hidup dalam keberagaman.
Menyambut peringatan Hari Perdamaian Internasional setiap 21 September, Amelia menegaskan bahwa perdamaian tidak hanya urusan hubungan antarnegara, melainkan bermula dari keluarga, tetangga, masyarakat.
“Perdamaian adalah kemampuan mengelola perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan. Sering kali perdamaian dimulai dari hal paling sederhana: mau mendengarkan,” tambahnya.
Di era digital saat ini, Amelia menyoroti tantangan baru yang mengancam persatuan seperti penyebaran disinformasi dan hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi yang menyebar lewat gawai.
“Satu informasi bisa tersebar ke ribuan orang dalam hitungan menit, tetapi kecepatan tidak menjamin kebenaran,” kata Amelia.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat memegang prinsip “saring sebelum sharing”, menjaga etika komunikasi digital, dan menggunakan teknologi untuk memperkuat persatuan, bukan memperbesar perpecahan.
Amelia juga menekankan bahwa perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil di lingkungan sendiri.
Semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, penyelesaian masalah melalui dialog, penguatan pendidikan karakter, serta kepedulian sosial adalah wujud nyata menjaga perdamaian.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Perdamaian dimulai dari diri kita dan Kebumen,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Amelia mengajak seluruh peserta membawa pulang komitmen nyata. Beberapa hal yang dinilai penting seperti menjunjung tinggi Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika, menaati dan menghormati konstitusi, serta mendukung perdamaian dunia melalui sikap yang toleran dan beradab.
“Indonesia akan kuat jika masyarakatnya mampu bersatu meski berbeda. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan Kebumen ini. Berbeda adalah kenyataan. Bersatu adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Red)













Komentar