Jangan Sampai Jadi Semarang Kedua, Pati Harus Lebih Serius Urus Banjir Rob Wilayah Pesisir

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rob di Desa Tunggulsari, Tayu, Pati. Foto: Kholistiono/ (Betanews.com)

Rob di Desa Tunggulsari, Tayu, Pati. Foto: Kholistiono/ (Betanews.com)

SUARAMUDA, PATI — Tak hanya wilayah Kota Semarang dan Demak, bencana banjir rob mengancam sejumlah wilayah pesisir yang berada di sepanjang pantai utara di Kabupaten Pati.

Kondisi banjir rob di Kabupaten Pati ini telah melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati, selama 20 hari terakhir.

Dilansir Betanews.com, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ancaman banjir rob ini bisa saja terjadi karena sejumlah faktor.

“Rob juga menjadi ancaman seperti yang terjadi di Tunggulsari Tayu. Karena air kiriman dari atas tidak masuk ke laut karena di laut ada peningkatan pemurkaan tinggi air laut atau kita kenal dengan banjir pesisir atau rob, “ujarnya.

Baca Juga :  Dulu "Kasihan" Rakyat, Sekarang Tantangin Rakyat

Menurut Martinus, permasalahannya sangatlah komplek. Hujan masih tinggi di wilayah gunung, di sini lain ancaman bencana rob masih ada di pantai utara Pati.

Dia juga menjelaskan, rob mengancam sejumlah wilayah mulai dari Kecamatan Batangan hingga Dukuhseti. Bencana itu pun diprediksi bisa terjadi kapan saja.

“Rob potensinya tetap. Dari mulai Cangaan (Kecamatan Batangan) sampai Puncel (Dukuhseti) . Itu ada potensi bahaya rob. Jadi sewaktu-waktu air laut di pantai utara Pati, panjang kita sampai 60 kilometer, panjang garis pantai kita, itu baik untuk waspada bahaya rob ini,” ungkapnya.

Menurutnya, bencana rob perlu diwaspadai. Mengingat dampaknya sangat serius. Seperti yang terjadi di Desa Tunggulsari yang mengakibatkan ratusan hektar tambak terendam.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan di Sragen Turun 12,41%, Apa Langkah Selanjutnya?

Perlu Penanaman Mangrove? 

“Karena ini kerugiannya luar biasa. Seperti di Tunggulsari kemarin itu Pak Inggi melaporkan budidaya ikan nila salin yang sudah berjalan akhirnya musnah karena waktu banjir kiriman air dari arah gunung ini. Sampai miliaran kerugiannya,” ujarnya.

Menindaklanjuti ancaman rob ini, lanjut Martinus, perlu tindakan antisipasi bersama. Salah satunya lewat penanaman Mangrove.

“Antisipasi ke depan harus bersama-sama, tidak hanya BPBD, tapi juga dengan OPD yang lain. Karena rob, resiko pengurangan bahaya pengurangan rob ini bisa kita usahakan lewat tanaman Mangrove di sepanjang pantai utara,” pungkasnya. (Red)

Sumber: Betanews.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB