Angka Kemiskinan di Sragen Turun 12,41%, Apa Langkah Selanjutnya?

- Penulis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 02:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Angka kemiskinan di Kabupaten Sragen mengalami penurunan secara signifikan. Puncak penurunan tersebut terjadi pada bulan Maret 2024 di mana persentase penduduk miskin berhasil turun menjadi 12,41% dari 12,87% pada tahun 2023.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sragen dalam rangka Penyusunan Rencanan Penanggulangan Kemisikinan Daerah (RKPD) 2025-2029 di Ruang Opp Room Setda Sragen, Kamis (17/10/2024) lalu.

“Dua tahun terakhir ini berkat usaha kita semua, angka kemiskinan kita mengalami penurunan 0,46% dan menjadi pencapaian terbaik di wilayah Solo Raya. 20 tahun yang lalu kita memulai dari urutan nomor dua terbawah di mana angka tersebut menjadi terendah sejak tahun 1996,” terang Sekda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak tahun 2011 hingga 2024, menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen menunjukkan tren fluktuatif, terutama saat Covid-19 angka kemiskinan mengalami penurunan walaupun tidak terlalu signifikan.

Sehingga dua tahun terakhir ini angka kemiskinan di Sragen lebih tinggi dari penurunan rata-rata di tingkat Jawa Tengah sebesar 0,30%.

Dia menambahkan, upaya penurunan kemiskinan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi yang kuat serta tidak lepas dari berbagai strategi dan kebijakan seperti adanya Program Desa Tumis (Tuntas Kemiskinan).

Baca Juga :  Joint dengan Kelompok Pasar Modal SESC Unwahas, HMJ Ekonomi Islam Pelopori Lomba Trading untuk Siswa SMA/SMK se-Jateng

“Strategi yang kita laksanakan meliputi pengurangan beban masyarakat, peningkatan pendapatan dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Misalnya adanya bantuan RTLH, Listrik gratis untuk masyarakat miskin maupun Program Bantuan Iuran (PBI) dalam mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Hargiyanto.

Sejak tahun 2011 hingga 2024, menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen menunjukkan tren fluktuatif, terutama saat Covid-19 angka kemiskinan mengalami penurunan walaupun tidak terlalu signifikan.

Sehingga dua tahun terakhir ini angka kemiskinan di Sragen lebih tinggi dari penurunan rata-rata di tingkat Jawa Tengah sebesar 0,30%.

Dia menambahkan, upaya penurunan kemiskinan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi yang kuat serta tidak lepas dari berbagai strategi dan kebijakan seperti adanya Program Desa Tumis (Tuntas Kemiskinan).

“Strategi yang kita laksanakan meliputi pengurangan beban masyarakat, peningkatan pendapatan dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Misalnya adanya bantuan RTLH, Listrik gratis untuk masyarakat miskin maupun Program Bantuan Iuran (PBI) dalam mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Hargiyanto.

Sementara Kepala Bapperida Kabupaten Sragen Aris Tri Hartanto mengungkapkan, penanganan kemiskinan menjadi isu strategis dari hasil evaluasi salah satu capaian indikator makro pembangunan di Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Pjs Bupati Toba Ajak Masyarakat Jadikan Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan sebagai Teladan Pembangunan

“Rapat TKPKD sebagai langkah awal dalam pembuatan dokumen RPKD. Untuk itu perlunya Kabupaten Sragen menyusun RPKD. Harapannya mulai tahun 2025 semua program kegiatan sudah di jalankan dengan baik. Karena kemiskinan menjadi peran utama dan ada PR yang harus disusun bersama, sehingga kolaborasi dan crosscutting program menjadi kesepahaman dan kesepakatan bersama,” ujar Aris.

Dalam kesempatan tersebut menghadirkan narasumber dari Swasaba Research Initiativ (SRI) asal Yogyakarta Yoyok Cahyo Nugroho yang menekankan tiga pokok materi penting dalam penyusunan RPKD yakni strategi yang akan diterapkan, program-program unggulan yang disusun, dan data sasaran yang digunakan untuk memastikan efektivitas program.

Ia menegaskan keberhasilan dalam mengurangi kemiskinan sangat bergantung pada akurasi data sasaran.

“Penggunaan data yang tepat, diharapkan dapat terus menurunkan angka kemiskinan dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik di masa depan,” imbuhnya.

Cahyo berharap semua pihak dapat berkolaborasi dalam penyusunan RPKD yang akan menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode 2025-2029.

“Penanggulangan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari semua elemen masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB