MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman

Dipimpin Prof. Dr. KH Noor Achmad, kepengurusan baru MUI Jateng diperkuat ulama, profesor, dan akademisi untuk menjawab tantangan umat di era digital

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para tokoh intelektual dikukuhkan sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah (gambar: suaramerdeka.com)

Para tokoh intelektual dikukuhkan sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah (gambar: suaramerdeka.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah memasuki babak baru. Kepengurusan masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/8/2026), awal pekan lalu.

Yang menarik, wajah baru MUI Jateng kali ini tidak hanya diisi para ulama. Sejumlah tokoh intelektual dan akademisi ikut masuk dalam jajaran kepengurusan. Bahkan, sekitar separuh pengurus disebut menyandang gelar profesor.

Komposisi tersebut membuat kepengurusan MUI Jateng periode ini terlihat cukup “gemuk” dari sisi keilmuan. Bukan cuma punya basis keagamaan, tetapi juga diperkuat para akademisi dari berbagai bidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum MUI Pusat KH M Anwar Iskandar bahkan memberikan apresiasi khusus terhadap komposisi tersebut. Ia menyebut sekitar 50 persen pengurus MUI Jateng bergelar profesor. Jumlah pengurusnya pun disebut menjadi salah satu yang terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Kepengurusan baru tersebut dipimpin Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA. Ia terpilih sebagai Ketua Umum MUI Jateng periode 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jateng yang digelar Juni 2026.

Pengukuhan pengurus harian dilakukan langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar. Sementara pengurus komisi dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Jateng Prof. Noor Achmad.

Baca Juga :  Atasi Banjir Rob, Warga Desa Timbulsloko Ambil Langkah Jitu Tanam Mangrove

Bukan Sekadar Ganti Pengurus

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap pergantian kepengurusan ini tidak berhenti sebagai seremoni lima tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat pengabdian dan persatuan umat.

Bagi Luthfi, MUI punya posisi strategis dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia bahkan menyebut MUI sebagai mitra strategis dalam membangun pemerintahan kolaboratif sekaligus menjadi cooling system ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.

Sederhananya, ketika suhu sosial mulai panas, jangan sampai semua ikut terbakar. Di sinilah ulama dan tokoh masyarakat diharapkan hadir untuk mendinginkan suasana, membuka ruang dialog, dan menjaga masyarakat tetap guyub.

Luthfi juga menekankan bahwa pembangunan Jawa Tengah tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendirian. Kolaborasi perlu dibangun bersama ulama, perguruan tinggi, dunia usaha, media, serta berbagai elemen masyarakat.

Dari Fatwa sampai Ekonomi dan Digital

Kepengurusan MUI Jateng 2026–2031 juga memiliki cakupan kerja yang cukup luas. Ada 12 komisi yang menangani berbagai isu, mulai dari Komisi Fatwa, Dakwah, Ukhuwah Islamiyah, Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Ulama, Hukum dan HAM, hingga Ekonomi Syariah.

Tidak berhenti di situ. Ada pula Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, Komisi Informasi, Komunikasi dan Digitalisasi, Seni Budaya dan Peradaban Islam, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, hingga bidang hubungan luar negeri dan kerja sama internasional.

Baca Juga :  Pj Gubernur Fatoni Luncurkan Gerakan Mudik Gratis Serentak, 1.187 Pemudik Nikmati Perjalanan Aman dan Nyaman

Artinya, pekerjaan MUI ke depan tidak hanya berkutat pada persoalan keagamaan dalam pengertian klasik. Ada isu ekonomi, keluarga, anak muda, kesehatan, teknologi digital, budaya, hukum, bahkan hubungan internasional.

Tantangannya pun makin beragam. Dunia digital bergerak cepat, persoalan sosial makin kompleks, sementara masyarakat membutuhkan rujukan keagamaan yang mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai.

Karena itu, kehadiran banyak akademisi dan tokoh intelektual dalam struktur MUI Jateng bisa menjadi modal penting.

Ulama punya otoritas keagamaan. Akademisi membawa tradisi keilmuan. Pemerintah memiliki kebijakan dan sumber daya. Masyarakat menjadi ruang pengabdian.

Kalau semuanya bisa benar-benar berkolaborasi, MUI Jateng bukan hanya punya struktur kepengurusan yang panjang, tetapi juga punya energi baru untuk menjawab persoalan umat.

Lima tahun ke depan pun menjadi periode pembuktian: apakah deretan profesor, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat tersebut mampu menerjemahkan “khadimul ummah”—pelayan umat—menjadi kerja nyata yang benar-benar terasa di tengah masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Cetak Guru Penggerak Kerukunan, FKUB Kota Semarang Libatkan 90 Guru SMP
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB