SUARAMUDA.NET, PURBALINGGA — Anggota MPR RI, Amelia Anggraini mengajak masyarakat untuk membangun budaya digital yang bijak, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan khususnya dalam menghadapi tantangan di era digital.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Empat Pilar di Era Digital: Menjaga Persatuan, Etika, dan Ketahanan Masyarakat di Ruang Digital.”
Menurut Amelia, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat dalam kemajuan bidang pendidikan, ekonomi, dan demokrasi. Namun, masyarakat juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks, penipuan daring, ujaran kebencian, perundungan siber, serta konflik akibat perbedaan pandangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu diperlukan penguatan literasi digital agar masyarakat mampu menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara bijaksana. Konteks ini, Pancasila dapat menjadi pedoman etika masyarakat di ruang digital. UUD 1945 menjadi landasan hak dan tanggung jawab warga negara, NKRI sebagai pilar menjaga persatuan dan kedaulatan, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan penghormatan terhadap keberagaman” terangnya.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini menekankan pentingnya ketahanan digital melalui perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan penguatan pencegahan disinformasi.
Selain itu, perlindungan perempuan dan anak di ruang digital juga diperlukan melalui kolaborasi aktif pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan penyelenggara platform digital.
“Saya mengajak masyarakat membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menyampaikan kritik tanpa menghina, menghormati perbedaan, serta menjaga privasi orang lain” tegasnya
Amelia juga mengajak masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif dan berdampak positif kepada lingkungan sekitar. Menurutnya bangsa Indonesia harus maju secara teknologi, tetapi tetap kuat dalam nilai-nilai kebangsaan.
“Ruang digital perlu menjadi sebagai sarana memperkuat persatuan, bukan memperbesar perpecahan. Kita perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial, cerdas menghadapi informasi, dan tetap bersatu dalam keberagaman,” pungkasnya. (Red)













Komentar