Kota Besar Tak Bisa Santai! Agustina Ungkap Krisis Pangan Jadi Tantangan Serius Semarang

"Lewat program Pak Rahman, Pemkot Semarang bergerak menjaga harga pangan tetap terjangkau dan menekan laju inflasi daerah"

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dalam acara buka puasa bersama di halaman Kantor Kecamatan Gunungpati, Senin (10/3/2025)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dalam acara buka puasa bersama di halaman Kantor Kecamatan Gunungpati, Senin (10/3/2025)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tengah pesatnya pembangunan kota dan maraknya pembahasan soal transportasi hingga infrastruktur, ada satu isu penting yang kerap luput dari perhatian: kedaulatan pangan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Urban Talks pada ajang Jakarta Future Festival 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jumat (5/6).

Menurut Agustina, persoalan pangan justru menjadi tantangan besar bagi kota-kota modern. Pasalnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga bahan pokok karena sistem distribusi dan perdagangan pangan masih sangat bergantung pada mekanisme pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan bahwa lahan sawah di Kota Semarang saat ini hanya sekitar 2.000 hektare. Produksi beras lokal yang dihasilkan bahkan baru mampu memenuhi sekitar 11 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan komoditas lain seperti daging dan ayam.

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran 2025, Dishub Sumut Gelar Ramp Check Serentak Mulai 25 Februari

“Kami bertanggung jawab memastikan masyarakat bisa mendapatkan pangan, tetapi tidak memiliki kewenangan langsung untuk menentukan harga karena semuanya mengikuti mekanisme pasar,” jelasnya.

Tak ingin tinggal diam menghadapi situasi tersebut, Pemkot Semarang menghadirkan inovasi bernama Pak Rahman atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman. Program ini hadir melalui mobil pangan keliling yang rutin menyambangi berbagai wilayah hingga tingkat kelurahan.

Menariknya, program ini dijalankan secara gotong royong bersama para pedagang lokal. Tujuannya sederhana namun penting: memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi pasar.

Baca Juga :  Warga Desak Bupati Deli Serdang Perbaiki Jalan Rusak di Sei Rotan

Langkah tersebut ternyata membuahkan hasil. Program Pak Rahman dinilai berhasil membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. Dampaknya bahkan terasa hingga tingkat regional.

Berkat berbagai upaya pengendalian harga yang dilakukan, Kota Semarang berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di Jawa Tengah.

Capaian ini menjadi penting karena aktivitas ekonomi Kota Semarang menyumbang sekitar 30 persen terhadap pembentukan inflasi regional Jawa Tengah.

Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat perkotaan, pengalaman Semarang menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis kolaborasi dapat menjadi solusi nyata untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus stabilitas ekonomi daerah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB