SUARAMUDA.NET, KENDAL — Wisata bukan cuma soal pemandangan alam. Kuliner khas, seni budaya, hingga produk kreatif juga bisa menjadi magnet untuk menarik wisatawan. Potensi inilah yang ingin dimaksimalkan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kreativitas dan inovasi dapat mengubah potensi lokal menjadi produk serta jasa bernilai ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Fasilitasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif di Aula Kecamatan Kendal, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Mardi Edi Susilo, mengungkapkan bahwa hingga 2026 terdapat 380 pelaku ekonomi kreatif di Kendal, dengan melibatkan 196 tenaga kerja laki-laki dan 184 tenaga kerja perempuan.
Namun, ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Dari ratusan pelaku usaha tersebut, baru 26 yang mendaftarkan kekayaan intelektual. Artinya, masih ada 354 usaha yang belum tercatat untuk mendapatkan perlindungan atas karya atau produknya.
Padahal, perlindungan kekayaan intelektual penting untuk menjaga identitas produk dan mencegah penggunaan karya tanpa izin.
Selain perlindungan usaha, kolaborasi juga menjadi kunci. Pembina Forum Wirausaha Pemuda Jawa Tengah, Setia Teguh Yuana, mendorong pelaku ekraf membangun kerja sama agar potensi lokal berkembang lebih luas.
Salah satu peluangnya melalui Pasar Kreatif Kendal atau Pasar Kerakal, yang dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memamerkan dan memasarkan produk kreatif mereka.
Dengan penguatan sumber daya manusia, perlindungan kekayaan intelektual, dan kolaborasi, ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pariwisata sekaligus perekonomian Kendal. (Red)













Komentar