Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

"Forum klarifikasi mahasiswa berubah jadi "sidang rakyat kampus" setelah pengakuan soal uang Rp20 juta mencuat. Asal dana masih misterius, tuntutan investigasi pun bergulir."

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Dunia aktivisme kampus kembali diramaikan episode yang tak kalah dramatis dari serial politik. Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin, mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pertengahan Juni lalu.

Pengakuan itu muncul dalam forum klarifikasi mahasiswa yang digelar Senin (22/6/2026) malam. Alih-alih menjadi forum biasa, suasana justru berubah menjadi semacam “sidang rakyat kampus” ketika isu penerimaan uang yang sebelumnya hanya beredar dari mulut ke mulut akhirnya dibahas secara terbuka.

Mahasiswa FH UBK, Na’ilah Panrita Hartono, mengatakan forum tersebut digelar setelah banyak mahasiswa menuntut keterbukaan dari para pengurus BEM yang sebelumnya sempat bertemu dengan Gibran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jalannya forum tidak langsung mulus. Ketua BEM yang menjadi sorotan utama justru tidak hadir sejak awal acara. Kondisi itu membuat peserta forum semakin penasaran dan mendesak agar yang bersangkutan datang memberikan penjelasan secara langsung.

Ketika akhirnya hadir, Abdimaludin mengungkap kronologi yang membuat ruangan semakin gaduh.

Baca Juga :  Bikin Bangga, Penyuluh pada Kemenag Kota Semarang Syarif Hidayatullah Lolos Nominasi Ajang PAI Award 2024

Menurut keterangannya, uang tersebut diberikan dengan tujuan agar aksi mahasiswa tidak dilakukan di depan Istana Negara dan dialihkan ke Gedung DPR RI.

Ironisnya, skenario pemindahan lokasi aksi itu tidak pernah benar-benar terwujud. Mahasiswa tetap bertahan di kawasan Istana Negara seperti rencana semula.

Dalam pengakuannya, Abdimaludin juga menjelaskan bahwa dana Rp20 juta itu tidak dinikmati sendirian. Ia menyebut uang tersebut dibagikan kepada tujuh orang.

Dari jumlah itu, dirinya menerima Rp6 juta, sementara sisanya disebut mengalir kepada sejumlah pengurus BEM fakultas lain serta beberapa nama yang diklaim sebagai senior organisasi mahasiswa.

Pernyataan tersebut langsung memantik gelombang kekecewaan. Bagi banyak mahasiswa, aktivisme kampus selama ini identik dengan idealisme.

Karena itu, isu uang puluhan juta rupiah yang muncul di tengah agenda demonstrasi dianggap sebagai pukulan serius terhadap integritas organisasi kemahasiswaan.

Belum selesai sampai di situ, muncul babak baru yang membuat mahasiswa semakin bingung. Dalam forum tersebut, keterangan mengenai asal-usul uang justru berubah-ubah.

Pada awal diskusi, disebutkan bahwa dana berasal dari seseorang yang ingin memindahkan titik aksi mahasiswa. Namun menjelang akhir forum, muncul penjelasan berbeda bahwa uang itu berasal dari seorang polisi bernama A’an.

Baca Juga :  Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Perbedaan versi itulah yang kini menjadi tanda tanya besar. Mahasiswa mengaku belum memperoleh jawaban yang benar-benar terang mengenai siapa pemberi dana dan untuk tujuan apa uang tersebut disalurkan.

Sebagai respons, mahasiswa mengajukan delapan tuntutan kepada pihak kampus. Salah satu tuntutan utama adalah pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa guna mengusut dugaan penerimaan uang tersebut secara transparan.

Selain itu, mahasiswa juga meminta pihak-pihak yang diduga terlibat untuk memberikan pernyataan terbuka kepada publik, mengakui perbuatannya jika terbukti bersalah, hingga mengundurkan diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan.

Kini bola panas berada di tangan kampus. Sementara mahasiswa menunggu tindak lanjut, publik kampus masih bertanya-tanya: uang Rp20 juta itu sebenarnya berasal dari mana, untuk siapa, dan dengan tujuan apa? Pertanyaan yang hingga kini masih menggantung tanpa jawaban pasti. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 35 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB