PDAM Semarang Gandeng Polines, Siap Intip Teknologi Air Canggih dari Tiongkok

"Kolaborasi dengan institusi vokasi Guizhou membuka peluang transfer teknologi, riset, hingga magang internasional untuk pengelolaan air dan energi terbarukan."

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PDAM Kota Semarang Ady Setiawan, bersama jajaran Polines dan Pemerintah Guizhou. (ANTARA/HO-PDAM Kota Semarang)

Direktur Utama PDAM Kota Semarang Ady Setiawan, bersama jajaran Polines dan Pemerintah Guizhou. (ANTARA/HO-PDAM Kota Semarang)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ada kabar menarik dari Kota Semarang. PDAM Tirta Moedal bersama Politeknik Negeri Semarang (Polines) mulai menjajaki kerja sama internasional dengan institusi pendidikan vokasi di Provinsi Guizhou, Tiongkok.

Targetnya bukan main-main, membawa teknologi pengelolaan air yang lebih modern ke Indonesia.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan pihaknya diundang Polines untuk membahas peluang kolaborasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, PDAM dan Polines memang sudah bekerja sama, namun kini kemitraannya naik level dengan melibatkan mitra dari Tiongkok.

“Pada intinya hari ini kami diundang oleh Polines yang saat ini bekerja sama dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Kolaborasi ini mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri,” ujar Ady di Semarang, Rabu (14/7) seperti dilansir ANTARA.

Kerja sama ini diproyeksikan menjadi pintu masuk transfer teknologi di sektor pengelolaan sumber daya air, pengolahan air limbah (wastewater treatment), hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga air (hydropower).

Langkah tersebut dinilai sangat pas dengan agenda besar PDAM Tirta Moedal yang dalam waktu dekat akan mengelola instalasi pengolahan air limbah sekaligus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air di kawasan Jatibarang.

Baca Juga :  China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas"

“Ini momentum yang sangat tepat. Kami akan segera menyusun konsep kerja sama bersama Polines, terutama untuk pengelolaan sumber daya air dan hydropower,” jelasnya.

Tak hanya berbagi teknologi, kolaborasi ini juga membuka peluang magang internasional. Mahasiswa Polines maupun mahasiswa dari Guizhou nantinya bisa belajar langsung di PDAM Tirta Moedal untuk merasakan pengalaman di dunia industri.

Baca Juga :  Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Menurut Ady, kehadiran teknologi dari Tiongkok menjadi nilai tambah yang paling penting karena Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan, terutama dalam teknologi pengolahan air limbah.

“Yang paling penting adalah transfer teknologi. Terus terang kita masih perlu memperkuat kemampuan di bidang pengolahan air limbah,” katanya.

Ke depan, teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah air limbah menjadi air baku yang berkualitas. Bahkan, bukan tidak mungkin hasil akhirnya dapat diolah menjadi air minum yang aman dan layak dikonsumsi.

Jika kerja sama ini berjalan sesuai rencana, Semarang berpeluang menjadi salah satu daerah yang mengadopsi teknologi pengelolaan air modern berbasis kolaborasi internasional, sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa Indonesia maupun Tiongkok. (Red)

 

Penulis : Salman F

Editor : DT Atmaja

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun
China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
China Siapkan Peta Jalan Baru, Malaysia Sambut Peluang Emas Kerja Sama Lima Tahun ke Depan
Friends of Silk Road Club Nepal Bahas Rencana Lima Tahun China, Dinilai Bisa Jadi Inspirasi Pembangunan Nepal
Bangladesh Resmi Bentuk Friends of Silk Road Club, Hubungan dengan China Makin Erat?
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Sabtu, 12 September 2026 - 11:34 WIB

Trump Buka Pintu untuk Mobil China di AS, Ada Satu Syarat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pasar: Investasi Industri EV Tembus Rp30 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:31 WIB

China Bangkit Jadi Raksasa Industri, Bukan Sekadar Soal “Kelebihan Kapasitas”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB