SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ada kabar menarik dari Kota Semarang. PDAM Tirta Moedal bersama Politeknik Negeri Semarang (Polines) mulai menjajaki kerja sama internasional dengan institusi pendidikan vokasi di Provinsi Guizhou, Tiongkok.
Targetnya bukan main-main, membawa teknologi pengelolaan air yang lebih modern ke Indonesia.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan pihaknya diundang Polines untuk membahas peluang kolaborasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, PDAM dan Polines memang sudah bekerja sama, namun kini kemitraannya naik level dengan melibatkan mitra dari Tiongkok.
“Pada intinya hari ini kami diundang oleh Polines yang saat ini bekerja sama dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Kolaborasi ini mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri,” ujar Ady di Semarang, Rabu (14/7) seperti dilansir ANTARA.
Kerja sama ini diproyeksikan menjadi pintu masuk transfer teknologi di sektor pengelolaan sumber daya air, pengolahan air limbah (wastewater treatment), hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga air (hydropower).
Langkah tersebut dinilai sangat pas dengan agenda besar PDAM Tirta Moedal yang dalam waktu dekat akan mengelola instalasi pengolahan air limbah sekaligus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air di kawasan Jatibarang.
“Ini momentum yang sangat tepat. Kami akan segera menyusun konsep kerja sama bersama Polines, terutama untuk pengelolaan sumber daya air dan hydropower,” jelasnya.
Tak hanya berbagi teknologi, kolaborasi ini juga membuka peluang magang internasional. Mahasiswa Polines maupun mahasiswa dari Guizhou nantinya bisa belajar langsung di PDAM Tirta Moedal untuk merasakan pengalaman di dunia industri.
Menurut Ady, kehadiran teknologi dari Tiongkok menjadi nilai tambah yang paling penting karena Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan, terutama dalam teknologi pengolahan air limbah.
“Yang paling penting adalah transfer teknologi. Terus terang kita masih perlu memperkuat kemampuan di bidang pengolahan air limbah,” katanya.
Ke depan, teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah air limbah menjadi air baku yang berkualitas. Bahkan, bukan tidak mungkin hasil akhirnya dapat diolah menjadi air minum yang aman dan layak dikonsumsi.
Jika kerja sama ini berjalan sesuai rencana, Semarang berpeluang menjadi salah satu daerah yang mengadopsi teknologi pengelolaan air modern berbasis kolaborasi internasional, sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa Indonesia maupun Tiongkok. (Red)
Penulis : Salman F
Editor : DT Atmaja
Sumber Berita: ANTARA













Komentar