Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?

"Terobosan neuroteknologi China mencetak sejarah lewat chip otak komersial pertama yang sukses diimplantasikan ke pasien dan diproyeksikan menjadi pesaing serius Neuralink milik Elon Musk"

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi: pinterest

Gambar ilustrasi: pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia teknologi kembali dibuat melongo. China resmi mencetak sejarah setelah sukses melakukan operasi komersial pertama di dunia menggunakan chip otak atau brain-computer interface (BCI) invasif.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Negeri Tirai Bambu makin serius menantang dominasi Neuralink, perusahaan milik Elon Musk.

Terobosan ini dilakukan setelah perangkat tersebut mengantongi izin resmi dari otoritas kesehatan China pada Maret 2026. Tak butuh waktu lama, hanya empat bulan kemudian, teknologi itu sudah diproduksi massal dan mulai digunakan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi perdana berlangsung pada Senin (13/7) di Rumah Sakit Huashan, Shanghai. Tim dokter menanamkan chip otak berukuran sekitar koin kepada seorang pasien yang kehilangan fungsi gerak tangan akibat cedera tulang belakang setelah kecelakaan mobil 10 tahun lalu.

Hasilnya? Chip tersebut berhasil menangkap sinyal otak dengan kualitas tinggi dan stabil. Menurut laporan South China Morning Post, kondisi pasien kini terus membaik dengan tanda-tanda vital yang stabil.

Baca Juga :  Momen Bahagia, Astronot Tertua NASA Kembali ke Bumi Tepat di Hari Ultahnya ke-70. Simak!

Chip bernama NEO ini dikembangkan oleh startup teknologi kesehatan Neuracle Medical Technology. Berbeda dengan beberapa teknologi serupa, NEO dipasang di permukaan luar otak tanpa menembus jaringan saraf sehingga dinilai lebih minim risiko.

Cara kerjanya pun terdengar seperti teknologi masa depan. Chip membaca sinyal dari otak, lalu menerjemahkannya menjadi perintah yang dapat membantu menggerakkan tangan pasien.

Yang membuat pencapaian ini semakin spesial, NEO bukan lagi sekadar proyek penelitian. Pada 13 Maret lalu, perangkat ini resmi mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan China (NMPA), menjadikannya chip otak komersial pertama di dunia yang boleh digunakan secara luas dalam layanan medis.

Baca Juga :  Diplomasi Budaya Jalan Terus! Indonesia Hadir di Pameran Chekhov Rusia

Sejak mendapatkan lampu hijau, NEO langsung melesat. Teknologi ini sudah diproduksi massal, diperkenalkan ke berbagai rumah sakit, digunakan untuk proses seleksi pasien, bahkan telah masuk dalam cakupan program asuransi kesehatan komersial di China.

Kesuksesan ini mempertegas ambisi Beijing menjadi pemain utama dalam industri brain-computer interface. Pemerintah China telah memasukkan teknologi BCI sebagai salah satu sektor industri masa depan yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Targetnya pun tidak main-main. Pada 2030, China ingin melahirkan dua hingga tiga perusahaan BCI kelas dunia. Sementara sebelum 2027, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem industri yang matang lengkap dengan teknologi dan standar yang siap bersaing di pasar global.

Jika target tersebut tercapai, persaingan teknologi chip otak antara China dan Amerika Serikat diprediksi akan semakin panas dalam beberapa tahun mendatang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB