Menperin RI Gelar Rangkaian Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 dengan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tatarstan

"Diplomasi industri Indonesia makin agresif! Menperin Agus Gumiwang memanfaatkan INNOPROM 2026 untuk membuka peluang investasi, transfer teknologi, dan kerja sama strategis dengan lima mitra di kawasan Eurasia."

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, EKATERINBURG — Di sela-sela kesibukan membuka Paviliun Indonesia pada ajang INNOPROM 2026, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, tidak menyia-nyiakan momentum untuk menggelar serangkaian pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan sejumlah negara dan wilayah di kawasan Eurasia.

Di hari pertama pelaksanaan pameran industri yang berlangsung di Yekaterinburg Expo tersebut, Menperin secara berturut-turut bertemu dengan delegasi dari Republik Armenia, Republik Belarus, Republik Kazakhstan, Republik Kyrgyzstan, serta Rais (Kepala) Republik Tatarstan, yang merupakan bagian dari Federasi Rusia.

Rangkaian pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Indonesia di INNOPROM 2026 tidak sekadar seremonial, melainkan sarat dengan agenda diplomasi ekonomi yang konkret dan terukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan bilateral pertama dilangsungkan dengan delegasi Armenia, di mana kedua pihak membahas potensi kerja sama di sektor pengolahan logam dan produk-produk berbasis teknologi tinggi.

Armenia, yang dikenal memiliki basis industri pertahanan dan teknologi informasi yang berkembang, menunjukkan ketertarikannya untuk menjajaki kemitraan dengan Indonesia dalam pengembangan komponen elektronik serta peralatan medis.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Belarus, pembahasan difokuskan pada kerja sama di bidang industri mesin pertanian dan alat berat, mengingat Belarus memiliki keunggulan komparatif di sektor tersebut dan Indonesia sebagai negara agraris besar membutuhkan modernisasi peralatan pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pertemuan dengan Kazakhstan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, mengingat Kazakhstan adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tengah dan memiliki sumber daya mineral yang melimpah.

Baca Juga :  Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik

Kedua belah pihak sepakat untuk memperluas kerja sama di industri pengolahan mineral dan petrokimia, termasuk potensi investasi silang di bidang hilirisasi tambang.

Indonesia menawarkan pengalamannya dalam pengolahan nikel, bauksit, dan timah, sementara Kazakhstan menawarkan akses ke teknologi pengolahan uranium dan logam tanah jarang yang semakin strategis bagi industri global.

Delegasi Kyrgyzstan, meskipun mewakili pasar yang lebih kecil, menyampaikan minatnya untuk menjalin kerja sama di bidang industri tekstil dan produk kulit, sektor yang selama ini menjadi andalan Indonesia di pasar ekspor.

Yang tak kalah penting adalah pertemuan dengan Rais Tatarstan, Rustam Minnikhanov, yang berlangsung hangat dan penuh substansi. Tatarstan dikenal sebagai salah satu kawasan industri paling maju di Rusia dengan kekuatan di bidang petrokimia, manufaktur pesawat, dan otomotif.

Dalam pertemuan tersebut, Menperin Agus Gumiwang menyampaikan bahwa Tatarstan merupakan pintu masuk yang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses ke pasar Rusia bagian Eropa, mengingat posisi geografisnya dan infrastruktur logistiknya yang memadai.

Kedua pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja bersama yang akan memetakan peluang kerja sama spesifik di bidang suku cadang otomotif, bahan kimia turunan, dan pengembangan kawasan industri terpadu.

Di setiap pertemuan, Menperin Agus Gumiwang secara konsisten menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk kerja sama di semua tingkatan, mulai dari transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, hingga pembentukan usaha patungan (joint venture) yang dapat mempercepat hilirisasi industri di tanah air.

Baca Juga :  Keren, 2 Pelajar Jepara Raih Medali Perunggu di Ajang Olimpiade Siswa Nasional Tingkat Nasional 2024

Ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi regulasi dan standardisasi produk agar arus perdagangan dan investasi antar negara dapat berjalan lancar.

Respon positif datang dari seluruh mitra yang ditemui, yang pada umumnya menyatakan kekaguman terhadap pencapaian ekonomi Indonesia serta optimisme terhadap prospek kerja sama yang lebih erat di masa depan.

Seluruh rangkaian pertemuan ini berlangsung di area Paviliun Indonesia, yang dirancang sebagai pusat komunikasi dan negosiasi bisnis. Dengan demikian, paviliun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pameran produk, tetapi juga sebagai ruang kerja diplomatik dan ekonomi yang dinamis.

Para pengunjung yang hadir pun dapat menyaksikan secara langsung bagaimana Indonesia memanfaatkan INNOPROM 2026 sebagai platform untuk memperkuat jaringan ekonomi di kawasan Eurasia, yang selama ini mungkin belum tergarap secara maksimal.

Ke depan, hasil dari pertemuan-pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kunjungan balasan, penandatanganan nota kesepahaman, hingga realisasi proyek-proyek industri yang nyata.

Paviliun Indonesia akan tetap terbuka hingga 9 Juli 2026, dan pemerintah Indonesia mengajak semua pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk terus mengunjungi paviliun guna menggali lebih dalam peluang kerja sama dan investasi.

INNOPROM 2026 bagi Indonesia bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru kemitraan industri yang lebih erat dengan seluruh kawasan Eurasia, sebuah langkah strategis di tengah persaingan global yang semakin kompleks dan penuh tantangan. (Red)

Penulis : Amy Maulana

Editor : DT Atmaja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Bagaimana Jika Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dihukum Mati Saja?
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:58 WIB

Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:31 WIB

Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:47 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik

Berita Terbaru