SUARAMUDA.NET, YEKATERINBURG, RUSIA — Indonesia dan Armenia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan industri di tengah lonjakan ekspor Indonesia ke Armenia yang mencapai 83 persen pada 2025, seiring dengan pemanfaatan peluang pasar di kawasan Eurasia melalui perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia.
Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Armenia, Gevorg Papoyan, di sela-sela pembukaan resmi INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, pada Senin (6/7).
Pertemuan tersebut menandai 34 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung sejak 22 September 1992.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Total perdagangan kedua negara mencapai 26,7 juta dolar AS pada 2025, dengan tren pertumbuhan tahunan rata-rata 70,64 persen selama periode 2021–2025, yang seluruhnya didorong oleh sektor nonmigas.
Ekspor Indonesia ke Armenia tercatat sebesar 26,2 juta dolar AS dengan tren pertumbuhan tahunan 83,63 persen. Komoditas unggulan Indonesia meliputi kopi, teh, rempah-rempah, mesin dan peralatan mekanis, produk minyak sawit, kakao, sabun, karet, serat optik, alat musik, dan barang kulit.
Sementara itu, impor Indonesia dari Armenia yang masih terbatas justru dinilai sebagai peluang, mengingat keunggulan komparatif Armenia pada produk aluminium, mesin dan peralatan mekanis, peralatan listrik, tembakau, dan pakaian jadi.
“Indonesia memandang Armenia bukan sekadar mitra bilateral, tetapi juga sebagai pintu gerbang strategis menuju kawasan CIS yang dinamis, difasilitasi oleh keanggotaannya dalam Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang menawarkan nilai tambah signifikan bagi pengembangan kerja sama industri ke depan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pertemuan bilateral tersebut.
Momentum kerja sama ini diperkuat oleh Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg.
Kesepakatan tersebut membuka akses pasar ke kawasan Eurasia dengan populasi hampir 180 juta jiwa, di mana lebih dari 85 persen nilai perdagangan memperoleh manfaat tarif preferensial.
Sebagai bentuk komitmen, Kementerian Perindustrian telah menyerahkan draf Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Industri kepada Pemerintah Armenia melalui jalur diplomatik.
Ruang lingkup MoU mencakup pertukaran informasi dan pemahaman mengenai standar teknis dan regulasi industri; penguatan kerja sama bisnis, alih teknologi, dan keterkaitan rantai pasok industri; penyelenggaraan dialog dan forum bisnis bersama; pengembangan kawasan industri; serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kementerian Perindustrian berharap agar inisiatif MoU dan pembahasan mengenai berbagai peluang kerja sama segera ditindaklanjuti melalui kanal resmi, sehingga memberikan manfaat nyata bagi penguatan sektor industri kedua negara.
Partisipasi Indonesia sebagai Negara Mitra pada INNOPROM 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat pencitraan industri nasional di pasar Eurasia, membuka peluang investasi dan alih teknologi, serta menjalin kemitraan industri baru, termasuk dengan Armenia.
Pameran yang berlangsung di venue seluas 50.000 meter persegi ini menampilkan peserta dari lebih dari 50 negara, menjadikannya pameran industri terbesar di kawasan Eurasia. (Red)













Komentar